satu-satu daun-daun jatuh berguguran
terjatuh ke tanah, dan terhempas oleh angin,,
menjauh dari pohonnya
daun-daun itu terus berguguran seiring dengan datangnya musim kemarau
Pohon terdiam,, meskipun dalam pikirnya dia merasa cemas...
"tak akan ada daun yang memasak untukku... lalu bagaimana aku mampu bertahan??"
Hari berganti hari,, pohon berharap akan datangnya hujan
berharap daun-daun kembali tumbuh
Namun, yang terjadi justru sebaliknya,,
matahari makin menyengat... angin makin kencang bertiup
membuat pohon smakin kehilangan sang daun
Pohon putus asa...dia hampir menangis
Ingin rasanya membunuh dirinya sendiri
Bantangnya makin kering..bahkan ranting-ranting pun berjatuhan
Angin makin kencang bertiup.. Matahari terus saja bersinar terik
Hingga pada akhirnya pohon benar-benar tak tau lagi apa yang harus ia lakukan
akarnya telah mencari air tanah kemana-mana
tapi tak ia dapati..
Dia benar-benar putus asa...
"aku sudah tak kuat lagi" begitu katanya
Lalu tiba-tiba...
"pohon kenapa begitu???" kalau kamu nyerah, bagaimana dengan aku???"
Pohon terkejut, suara siapa itu? , tanyanya dalam hati
" Pohon, jangan menyerah!!" Pekik suara itu lagi
Pohon menoleh ke kiri dan ke kanan... tak ada siapa-siapa...yang ada hanyalah tanah yang semakin kering....daun-daun yang semakin jauh meninggalkannya... 'lalu siapa yang bicara padaku??'
"ini aku pohon.. daun kecil yang tumbuh disela-sela kilit batangmu... aku tak ikut gugur karena aku menancap kuat dalam kulit batangmu..." pekik suara itu hingga nyaris membuat pohon terlonjak saking kagetnya
lalu dia melirik ke atas..." bagaimana aku tidak menyadari keberadaanmu daun kecil???" tanya pohon kemudian..
"aku rasa karena kamu terlalu sibuk memikirkan daun-daun yang tumbuh padaranting-rantingmu... kamu takut kehilangan mereka sehingga kamu sibuk memikirkan mereka dan berusaha agsr mereka tak meniggalkanmu... kamu terlalu takut..." kata daun kecil
"tapi mereka benar-benar meninggalkan aku" kata pohon sembari terisak
"tentu saja...mereka tak menancap kuat...mereka hanya berada di rantingmu..angin terlalu mudah meniup mereka..." jawabnya
"mereka begitu mudah meninggalkanmu...menjauhimu....tidak seperti aku,, yang setia menemanimu" lanjut daun kecil itu kemudian
Pohon tertegun.... 'setia menemaniku???... oh Tuhan, kenapa aku selama ini tak mengetahuinya???'
Pohon terdiam...angin kencang masih saja bertipu.... matahari masih terus menyengat... tanah-tanah kering.... daun-daun yang telah berguguran itu semakin menjauh... tapi tidak dengan daun kecil itu...
"daun..apakah kita mampu bertahan??"tanyanya kemudian
"tentu saja pohon..jika kamu yakin akan kemampuanmu sendiri" ucapnya dengan nada keoptimisan dan senyuman ceria
by Triana Nurul Hasanah on Tuesday, April 27, 2010 at 10:14am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar