Selasa, 27 September 2011

Lintang (bintang kecilku)


lintang...lintang....lintang....
nama itu yang terus aku panggil..
nama dari dia yang tanggguh dan berjiwa besar...
dia yang menguatkan aku...

maafkan aku sayang, kali ini aku menangis lagi...
ah...betapa aku sangat merindukanmu..
entahlah, rasanya semua memang tak pernah bisa ku percaya..
seperti mimpi ketika kau datang, dan pergi tiba-tiba

kenapa lintang?
kenapa harus ada perpisahan bahkan jauh sebelum aku belajar banyak darimu?
kenapa kau tega meninggalkan aku??di saat aku sudah ikhlas menerima hadirmu dan mulai mencintaimu?
apakah memang ini jalan yang terbaik? tapi kenapa harus sesakit ini???

Lintang...taukah kamu, air mata ini tak pernah berhenti menetes...
maafkan aku Lintang, maafkan aku....
ini begitu berat..begitu sulit...

lintang sagaraku,
tetaplah bersinar di langit sana
menjadi bintang yang bersinar paling terang,
jadi meski langit mendung aku masih melihat sinarmu
lintang sagaraku,
aku mencintaimu...lebih dari apapun di dunia ini....

Minggu, 25 September 2011

Kau yang kusayang

Cinta yang tulus didalam hatiku
tlah bersemi karenaMu
Hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karenaMu

Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku



Biarkan hujan membasahi bumi
atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan kau biarkan cintaku
yang tulus suci hanya padaMu

Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagi Mu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku

Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku

Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu

seluruh hidup dan matiku
Oo… Oo… Oo


Lirik Lagu Angelina Sondakh - Kau Yang Kusayang

Sabtu, 24 September 2011

1. Balinese



SPMB Nasional membuat Kian meninggalkan Bali, dan kembali ke Kota kelahiran ibunya. Kota kecil di Jawa Tengah itu memiliki sebuah Universitas yang pernah dia dengar namanya samar-samar. “gak ada salahnya dicoba.” Begitu jawab Kian waktu ayahnya menanyakan kesediaannya untuk mengambil kesempatan itu.
Malam ini, malam terakhirnya di Bali sebelum keesokan paginya dia harus menyebrangi Selat Bali dan meninggalkan tanah kelahirannya. Meskipun dirinya bukan orang Bali asli, tapi Kian merasa telah menyatu dengan Bali, kebudayaannya dan teman-temannya. Bahkan teman-temannya yang asli Bali sering meledeknya dengan mengatakan bahwa dia lebih bali dari orang bali itu sendiri. Jika diledek demikian, Kian hanya tersenyum.
Kian menghirup udara malam itu dalam-dalam. Suara debur ombak yang biasanya terdengar merdu justru membuat hatinya perih. Untuk pertama kalinya Kian merasa sangat sedih. Meninggalkan Bali adalah hal tersulit yang dia lakukan. Begitu banyak kenangan. Baginya, Bali adalah hal yang luar biasa. Dengan pemandangan alam yang indah dan keramahan penduduknya. Tidak hanya itu, hal yang membuatnya berat untuk meninggalkan Bali adalah meninggalkan Ayu. Gadis asli Bali yang kini tengah berada disampingnya. Menemaninya selama hampir 2tahun.
“Mas, ayu gak apa-apa ko...” katanya. Ayu memang memanggil Kian dengan sebutan Mas karena orang tua Kian keturunan jawa.
Kian menghembuskan nafas, lalu menatapnya. Melihat ke dalam matanya. Mata yang bulat dengan bola mata hitam. Mata yang membuatnya terpesona saat gadis itu tengah menari di Balai Desa 2 tahun silam. Mata itu yang selalu menggodanya sampai pada akhirnya dia memberanikan diri untuk menyatakan cintanya. Mata yang bening, dan selalu memancarkan kejujuran. Dan sekarang, mata itu berkaca-kaca meskipun sorotnya masih tajam menatap lurus ke arahnya.
Rambut panjangnya tertiup angin pantai. Gadis ayu itu tersenyum, meyakinkan Kian bahwa dirinya akan baik-baik saja.
“Yu, aku akan lama di sana. Mungkin 4 tahun.” Kata Kian dengan nada terkecat. Ada luka di hatinya yang seharusnya itu tak boleh terjadi. Kian pun tak mengerti, kenapa dia bisa sesedih ini.
“pergilah Mas... Ayu ikhlas. Itu semua demi kebaikan Mas Kian. Ayu akan baik-baik saja disini.” Katanya tegas.
Angin pantai malam itu bertiup semilir. Suara debur ombak menjadi nada yang indah, tapi juga memilukan. Perpisahan yang menyakitkan. Tapi harus dijalani. Kian menggenggam erat tangan Ayu. Gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu Kian. Langit hitam bertabur bintang itu menjadi saksi perpisahan mereka.
***
Pengumuman SPMB Nasional udah lebih dari seminggu. Sejak tahu bahwa dirinya tidak diterima di Akuntansi, Kirana mengurung diri di kamar. Dia merasa dipecundangi oleh dirinya sendiri. Dan yang membuatnya sebal adalah Daffa, kekasihnya yang baru beberapa bulan dipacarinya itu justru diterima di Akuntansi. Berkali-kali ibu membujuknya untuk keluar kamar, tapi Kirana masih juga ngambek.
“Kira sayang... keluar nak... ada Daffa.” Ketuk ibunya perlahan
“gak mau! Suruh aja dia pulang! Dia pasti mau ngejek aku!” teriak Kira dari dalam kamar.
Ibu keluar dan menemui Daffa,  “maaf Fa, mungkin sebaiknya kamu pulang aja. Kira masih ngambek.”
“iya bu..” jawab Daffa.

Sepulangnya Daffa, ibu membuka pintu kamar Kira dan masuk dengan perlahan. Anak gadisnya masih saja tidur telungkup seraya menangis sesenggukkan. Koran yang berisikan pengumuman itu terlihat kumal. Sebenarnya nama Kirana Yustisia Nugroho itu ada, tapi bukan di jurusan Akuntansi, melainkan Hukum.
Ibu berjalan mendekat. Lalu duduk disebelah Kira yang masih terus menangis.
“nak, itu semua takdir Tuhan. Diterimakan saja. Itu akan membuat kamu lebih baik”
“aku....aku.....” suara Kira terbata-bata dengan airmata yang terus mengalir.
“Tuhan telah menggariskan yang terbaik untukmu. Hukum itu bukan jurusan yang jelek kan?”
“tapi...”
“dicoba dulu nak. Kalau memang kau tak suka, tahun depan kan bisa ikut ujian lagi.” Kata ibu bijak.
Kira terdiam, dan dengan lemah diapun mengangguk.
***
Setelah menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan, sampai juga Kian di kota kecil di Jawa Tengah, Purwokerto. Lama sekali dirinya tak menginjakan kakinya di kota itu. Terakhir dia kesana adalah waktu nenek meninggal 7 tahun silam. Dilepaskannya pandangan keseluruh penjuru terminal. Agak sedikit bingung karena ini adalah pertama kalinya dia ke Purwokerto tanpa orangtuanya. Baru saja dia mengeluatkan HP dan memencet nomor, tiba-tiba...
“ hai Kian... sudah besar sekali.”
“ehh... pakdhe...” jawab Kian dengan sedikit ragu. Pakdhe Joko yang dikenalnya dulu berbeda dengan sosok lelaki yang kini berdiri di depannya. Lelaki itu berbadan gemuk.
“pakdhe juga. Makin gemuk.” Kata Kian ramah
“hahahaha.... iya ian, bener-bener. Makmur siki.” Jawab pakde sambil menepuk-nepuk perutnya.
Kian tersenyum. Lalu tak sengaja matanya beradu dengan pemuda yang sejak tadi berdiri di samping pakdhenya.
“ini mas akbar pakdhe? Tanya Kian ragu.
“kupikir kamu lupa Kian.” Kata mas Akbar.
“engga mas...engga... Cuma tadi sempat ragu” jawab kian jujur. Lalu keduanya berpelukan.
“wis, ayo cepetan. Ndang wengi mengko.kesel tho kowe. Crita-critane dilanjutna mengko bae nang umah” Kata pakdhe.
Kian mengangguk.
 “ayo kian. Aku udah nyiapin kamar buat kamu. Nanti kita akan banyak cerita. Gimana bali... waa... aku sampe mbayangin lho bisa maen ke sana lagi. Oh ya.. kamu manajemen tho? Aku juga. Tapi ini tahun terakhirku. Wes tenang aja. Nanti tak kasih tau dosen-dosen yang susah nilainya. Oh ya, cewe-cewenya ayu-ayu lho. Kamu udah punya pacar blum?”  repet mas Akbar. Kian Cuma senyum-senyum. Sekelebat, bayangan ayu terlintas dibenaknya. “sedang apa kamu Yu?” bisiknya lirih sekali...
***
Belum jam 6 pagi, daffa sudah berada di rumah Kira. Hari ini akan ada softskiil yang memang diwajibkan untuk mahasiswa baru dan harus datang sebelum pukul 6. Awalnya Kira gak mau ikut, tapi setelah dibujuk oleh Daffa, dia mau datang dengan syarat kalau acaranya membosankan, mereka akan kabur.
Suasana kampus sangat ramai. Padahal jam tangan Kira baru menunjukan pukul 6 lewat 10 menit. Hampir sebagian dari mereka berjalan kaki. Mungkin mahasiswa dari luar kota dan sudah mulai kost. Kira memilih duduk diteras gedung rektorat. Matanya masih mengantuk. Kalau saja disebelahnya tak ada orang, pasti dia sudah duduk selonjor dan tidur.
“boleh kenal gak?” tanya cowo yang duduk disebelah Kira
‘gak boleh.” Sahut Kira asal. Cowo itu terlihat bingung. Kira tersenyum jahil.
“Kirana” jawab Kira sembari mengulurkan tangan.
“Kian. Kamu darimana?”
“asli sini. Kamu?”
“Bali.” Jawab Kian
“Bali? Maksudmu? Pulau Bali? Waaa..... seriuus???” suara Kira langsung berubah. Kantuknya mendadak hilang. Bali itu kan pulau favoritnya. Dari SD Kira udah bermimpi bisa ke Bali dan akhirnya kesampaian waktu studytour SMA. Dan sekarang, di sebelahnya ada cowo made in Bali. Kira benar-benar surprise.
“iya serius. Emang kenapa?”
“ah engga. Cuma heran aja. Ko bisa terdampar di Purwokerto?”
“SPMB Nasional. Tapi ibuku juga orang sini ko.”
“ooh.... trus nama kamu siapa? I putu Kian? Apa I wayan?” cerocos Kira
“aku Cuma kebetulan lahir dan besar di Bali. Orangtuaku asli orang Jawa. Malah ibuku orang Purwokerto. Tapi mereka udah lama tinggal di Bali. Jadi yaa namaku gak pake Putu, Wayan atau Made. namaku Rizkian Ramadhan.” Jelas Kian
“oh... kamu islam. Kupikir Hindu.” Kata Kira sambil tertawa “ambil jurusan apa?”
“manajemen. Kamu?”
“aku Hukum. “
Dan tanpa terasa mereka terlibat dalam pembicaraan yang seru. Bahkan sampai acara berakhir, keduanya duduk bersebelahan. Kira tanya banyak tentang Bali dan keinginannya kesana. Sedangkan Kian, menjelaskan semua hal yang Kira tanyakan dengan semangat. Entah apa yang Kian rasakan. Mungkin perasaan tertarik. Gadis itu penuh antusias dan imajinatif. Dia berbicara kesana kemari seolah tak pernah lelah.  Dan Kian menyukainya. Hanya menyukainya..... 

prolog: Dara di atas Kubah


dosakah aku mencintaimu...

mendampingimu...inginkanmu...


aku menjadi...diri sendiri...


tak peduli...apa kata dunia...


ku nanti hari ketika...


cinta datang...cinta menang...


jadi sayangku...bertahanlah...


bila terkadang mulutnya kejam...


peluklah aku...jangan menyerah...


mereka bukan hakim kita...


bintang yang mempertemukan kita...


cinta yang mempertahankan kita...


ooh...tuhan dengarkan doa...


dari cinta yang terlarang...


rasa yang mempersatukan kita...


cinta yang mempertahan kita...


ooh...tuhan dengarkan doa...


dari cinta yang terlarang...








cinta dan rasa bersatu di doa...


berharap cinta kita yang terlarang...


berharap cinta kita yang kan menang...


by. Nidji- Dosakah aku
***


tunggu ceritanya di Dara di atas Kubah
original create by. TrianaNh


Jumat, 23 September 2011

Rinduku pada Lintang


Saat bintang merindukan malam
Seperti itulah rinduku padamu
Saat bintang kehilangan malam, cahayanya meredup
Seperti itulah aku kehilangan dirimu
******

Malam ini aku menyadari bahwa kau dan aku telah terpisah oleh ruang dan waktu
Terpisah oleh batas yang tak pernah bisa tertembus
Dan aku hanya bisa menanti kehadiranmu lewat mimpi
Alam dimana tak ada batas antara kenyataan dan ilusi
yang mengizinkan siapapun  masuk, tak terkecuali

Ingin rasanya aku selalu menembus duniamu kini
Melihatmu, menyentuhmu dan mendekapmu
Bercakap-cakap  denganmu seperti yang biasa kita lakukan

Lintangku 
Kini dan nanti, Selamanya
Kau akan tetap ada dalam hati dan jiwaku
Energymu akan selalu menguatkan aku
Cahayamu takkan pernah meredup,
Dan akan selalu menghangatkanku

ah Lintang...
Aku merindukanmu!

22.09.2011
-TrianaNh-

Kata Terakhir Untukmu


seperti halnya kedatanganmu, kepergianmu pun mengejutkanku
###

Ketika aku tau kau ada bersamaku, banyak yang ingin kuucapkan. Tapi sepertinya kaulah yang sudah tahu. Beberapa bulan bersamamu, membuat aku belajar akan makna hidup dan kehidupan. kau mengajariku bagaimana bersujud dan bersimpuh. merasakan betapa tidak ada satu pun nikmat Tuhan yang dapat diingkari, bahkan hal yang menyakitkan sekalipun, dapat membuat kita tersenyum, karena ternyata musibah yang datang pada kita adalah bentuk kecintaan Tuhan pada umatNya.

Perjalananmu, adalah perjalanan yang akan mengingatkan mereka yang lupa. Termasuk aku. Kau datang dengan cara yang tak terduga. Entah bagaimana aku harus mencintaimu. Semuanya begitu sulit ku percaya. kau mengajariku banyak hal. kau membuat aku belajar ulang untuk mengapung bersama hidup, untuk berserah dan menerima apa pun yang telah Tuhan gariskan. Kini dan nanti. Manis, pahit, sakit, senang, kau ajari aku untuk berenang bersama itu semua. Kau datang, dengan segala kegenapanmu. Kau datang, tanpa ku minta. Kau datang, dengan segala pelajaran dan kebijaksanaan.

Saat ini kau tidak lagi bersamaku. Tapi katamu, keterpisahan adalah ilusi. Dunia jasad dan dunia roh, dunia materi dan dunia energi, hanyalah dua sisi dari koin yang sama. Hidup tak pernah berakhir mati. Hidup hanya berganti wujud. Dan sepanjang perjalanan bernama hidup, kau dan aku, kita semua, hanya berjalan menembusi satu tabir itu saja. Membolak-balik koin yang sama. Menyeberangi selapis kulit dan daging sebagaimana yang membatasi kita kini.

Terima kasih untuk perjalanan ini. Untuk proses yang tak selalu mudah tapi selalu indah. beberapa bulan bersamamu, membuat aku mengenal dunia yang berbeda dari sebelumnya.
###


Seperti apapun hidup telah menempa saya dengan berbagai macam takdir menyakitkan, tetap membuat saya hancur hari ini. saya sering sedih karena kehilangan, tapi rasanya baru kali ini saya merasakan kesedihan yang teramat mendalam.
saya hanya berharap, Tuhan memang akan membuktikan janjinya kelak, bahwa hanya orang-orang yang sabar dan tawakal menerima takdir Nya yang akan dia pilih menjadi kekasih sejatinya.
Sebanyak apapun Dia memberikan saya jalan menyakitkan, sebanyak itulah saya akan mehadapinya. Bahagia tidak ada dimana-mana, tapi ada dalam hati kita sendiri.dan kita tidak akan pernah tau seberapa kuatnya kita sebelum kita menghadapinya.
Selamat jalan belahan jiwaku, akan selalu ada doa dan cinta untukmu….

9 September 2011 pukul 12:12WIB
-TrianaNh-

Puisi untuk Lintang


Lintangku, Lintang Sagara

yang selalu angkuh melawan kejamnya dunia, yang selalu percaya diri menghadapi problema hidup, dan selalu tegar menjalani takdir yang telah digariskan Tuhan.

Lintangku, Lintang Sagara

yang selalu menguatkan aku, membuatku percaya akan adanya sebuah ketulusan, dan membawaku pada cinta yang tak pernah menyakiti.

Lintangku, Lintang Sagara

yang mengingatkan aku saat aku lupa, yang selalu menenangkan aku ketika aku resah,dan membuat aku mampu melalui hari-hariku dengan keoptimisan.

Lintangku, Lintang Sagara

yang menempa jiwaku, yang mengajarkanku tentang ikhlas dan sabar, yang menyadarkanku akan makna hidup dan kehidupan.

Lintangku, Lintang Sagara

yang Tuhan ciptakan untukku, yang takdirnya adalah bersamaku….



#kecup sayang untuk Lintang

23.08.2011
-TrianaNh-

Aku Jatuh Cinta


aku jatuh cinta. pada sebuah nama yang menggambarkan kekuatan dan keangkuhan. nama yang menyiratkan pemiliknya adalah seorang  yang tangguh dan berjiwa besar.

Lintang Sagara.

nama itu aku temukan diantara tangis dan doaku. diantara cucuran air mata dan tetesan darahku. nama yang berenang-renang dalam benakku, nama yang berdenyut dalam nadiku.

Lintang Sagara.

aku mencintainya lebih dari apa yang bisa ku katakan. aku menyayanginya lebih dari diriku sendiri. dan bahkan, aku rela mengorbankan nyawaku untuk hidup dan impiannya.

Lintang Sagara.

dia melesat bagai anak panah. menembus tiap-tiap apa yang dilaluinya. melesat cepat, menjangkau seluruh apa yang ada di depannya.

Lintang Sagara.

dia berdenyut merdu. menyanyi dalam nada dan alunan lagu cinta dari Tuhanku. berbisik lirih tentang cinta yang tak pernah habis dan tak pernah menyakiti.

Lintang Sagara.

aku jatuh cinta



04.08.2011
-triananh-

Maria


namanya maria. seorang gadis yang tidak terlalu cantik, tapi menurut banyak lelaki dia menarik. sudah satu tahun dia bertunangan dengan seorang dokter muda. namun, jarak yang memisahkan mereka membuat hubungan mereka tidak baik.  Frans, tunangannya, baru saja ketahuan berselingkuh dengan livia. tapi maria hanya diam. pikirnya, mungkin Frans khilaf dan itu memang salahnya, karena dia tak ada disisi frans.
hari ini, maria dan kawan-kawannya mengikuti studytour. tidak seperti studytour biasanya yang hanya diikuti oleh satu fakultas saja, tapi kali ini semua fakultas dari universitas ikut serta. maria terlihat sibuk mondar-mandir mengatur kawan-kawannya. ya tentu saja! maria adalah koordinator dari fakultasnya.
“maria?” tanya seseorang berbadan jangkung dan sama sekali tidak atletis.
“iya, ada apa?”
“aku ardy, koordinator dari teknik. hukum dan teknik jadi satu bus.”katanya
“ooh…baiklah…aku akan cek lagi” sahut maria
itu adalah pembicaraan awal maria dengan si cowo jangkung bernama ardy. “teknik” maria menggumam….
***
sepanjang perjalanan maria mengobrol dengan ardy. ada banyak hal yang mereka bicarakan. dan mata maria selalu berbinar setiap kali ardy bercerita tentang pertambangan. tanpa maria sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kedekatan itu. Daniel. cowo berperawakan atletis itu begitu memperhatikan maria. dan maria sungguh tak pernah menyadari kehadirannya, hingga suatu hari maria terpaksa hanya berdua dengan Daniel. diluar dugaan maria, daniel yang terlihat angker itu bahkan membuat maria tertawa terpingkal-pingkal. dan kedekatan mereka semakin terlihat jelas bahkan hingga acara study tour ini selesai. maria merasa aman dan nyaman dengan Daniel.hanya sebagai teman, karena maria sadar betul, di jarinya sudah ada cincin dari frans.
makin hari, maria makin terlihat dekat dengan Daniel, dan frans, sepertinya sudah tidak peduli lagi dengan maria. hingga awal maret, mereka memutuskan untuk putus. tanpa diketahui keluarga. frans bilang, “aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku”, dan maria setuju.
“aaah…maria, kau terlalu lemah” kata daniel saat maria menceritakan kejadiannya. maria hanya diam. hampir-hampir dia menangis. “tapi sudahlah maria, kamu lupakan saja. saat ini kau bersamaku. dan aku takkan pernah izinkan satu orangpun menyakitimu.” sambung daniel sembari mengusap kepala maria. dan maria hanya diam.
“maria, aku tak suka lihat kau bersedih. ayo, aku ajak kau jalan-jalan. aku ingin kau seceria dulu” kata daniel suatu hari. “baiklah, aku juga tak ingin bersedih lama-lama” jawab maria. sepanjang jalan mereka bercanda. menyusuri jalan-jalan yang tidak biasa maria lalui. “aah daniel, terimakasih”, gumam maria.
tak lama dari itu, mereka berpacaran. entah siapa yang memulai duluan, tapi toh keduanya sepakat. dan hari-hari maria selalu ceria. daniel selalu saja membuat maria bahagia. dan maria merasa, daniel adalah seseorang yang dikirim Tuhan untuknya. daniel begitu mencintainya. itu yang dirasakan maria. bahkan, kawan maria yang hampir selalu sinis memandang suatu hubungan mengatakan kalau daniel begitu tulus mencintai maria.
tapi ternyata, kehidupan memang terkadang berjalan tidak seperti apa yang diharapkan. hanya 3 bulan kebahagiaan itu terjadi. daniel rupanya berbalik arah. entah apa alasannya. maria terlalu bingung untuk bertanya. kemana daniel yang hangat? kemana daniel yang dulu begitu mencintai maria? daniel memang masih menjawab telponnya, tapi sudah tidak sehangat dulu. dan daniel tiba-tiba saja memutuskan hubungan mereka. maria merasa hatinya begitu hancur…
***

kamu tau betapa aku sangat takut dengan darah
selama ini, kau obati setiap luka hingga aku tak bisa melihat darah
katamu, “semua akan baik-baik saja
tidak ada luka, apalagi darah”
dan saat aku bertanya dengan sangat cemas,
“bagaimana jika aku terluka lagi?”
lalu jawabmu, “tidak akan mungkin…
kalaupun itu mungkin, ada aku yang tak pernah izinkan kau terluka lagi”
sebilah pedang
tajam
dan berkilat
menebas leherku
darah………
aku tau itu darahku….
memuncrat ke semua arah
tepat di depan mataku
tak terelakkan
wajah dingin itu milikmu
aku tau itu
karena aku
sempat melihatnya dengan kesadaran yang tak lagi penuh
***
maria menutup buku hariannya. dia begitu lelah. ahh…selama ini maria memang begitu terlena dengan kesenangan dunia. maria merasa daniel adalah penjaganya, penolongnya…tapi ternyata…….

“Tuhan, maafkan aku yang telah berselingkuh dariMu” bisik maria lirih….

2 minggu setelah mereka putus, maria merasa ada hal yang aneh dalam dirinya. sebenarnya dia sudah curiga sejak daniel memutuskannya. tapi maria mencoba untuk mengabaikannya. namun kali ini, maria benar-benar nekat. dia ingin memastikan apakah dugaannya benar atau tidak. ragu-ragu dia ke apotik dan membeli 3 sekaligus testpack dengan merek yang berbeda. sepanjang hari itu maria gelisah. dia tak sabar menunggu pagi.

tubuh maria bergetar hebat saat dia melihat dua garis merah di testpacknya. dia menggeleng-gelengkan kepalanya. sungguh tidak percaya. bagaimana mungkin ini bisa terjadi. kenapa???kenapa???? perasaannya kacau. dia sungguh tidak menyangka bahwa Tuhan menghukum dia dengan cara seperti ini. tangan maria dingin. dan tangisnya pecah.

sudah tiga kali dalam tiga hari maria melakukan test yang sama. dan hasilnya sama. dan ini adalah keempat kalinya maria melakukan test. hasilnya pun sama. maria semakin yakin, di rahimnya ada janin daniel yang sedang tumbuh. dengan tangan yang bergetar, maria meng’sms daniel

ada cinta yang sedang tumbuh bersamaku.aku tau, kau tak pernah menginginkannya.maaf aku juga tak sanggup menanggung ini sendirian. jadi lebih baik, aku lenyapkan saja.

send

lama maria menunggu balasan, tapi daniel tak membalas. sudahlah..maria tak ingin berhubungan dengan lelaki itu lagi. tekadnya sudah bulat, janin ini harus digugurkan sebelum besar.

***


hari-hari maria semakin tidak tenang. aborsi. maria memang harus melakukannya jika tak ingin keluarga besarnya mengamuk. tapi, semakin hari maria justru semakin tak tega dengan janin ini. akhirnya maria menelpon daniel. dia harus tau! begitu pikir maria…
tuut….tuuuut……
telpon tersambung, hati maria dag dig dug tak karuan
“halooo” suara diseberang sana…ketus!
“daniel…ada yang ingin aku sampaikan padamu….” suara maria bergetar…hampir-hampir dia menangis
“apa???” desak daniel, jengah!
“aku………….aku…………………..” maria tak sanggup melanjutkan kata-katanya…dan telpon terputus begitu saja.
lalu dengan jemari yang bergetar, maria menulis sms
aku hamil
send
beberapa menit kemudian ada balasan dari daniel
sama siapa?
maria terkejut. apa yang ada dipikiran daniel. tentu saja dengannya! bedebah…cowo brengsek!! umpat maria.
tentu saja denganmu
send
lama maria menunggu balasan. daniel tak membalas lagi. dan maria menelponnya.
“gugurkan saja!” kata daniel ketus diseberang sana. maria menangis. “tidak! aku ingin kita bertemu” jawab maria dengan suara bergetar. “okee…besok jam 2 kita ketemu”
semalaman maria menangis. dia sempat kedokter kandungan sore sebelumnya. dan benar. usia janinnya sudah 5 minggu. masih teringat jelas dalam benak maria, bagaimana dia pertama kali melakukannya dengan daniel. dan dia begitu percaya padanya. “ah….maria…bodohnya kau!!!” umpatnya dalam hati.
***

maria mondar-mandir di depan kos daniel. kawannya bilang, daniel ada praktikum hari ini. ahh..tega sekali dia. maria gelisah. hp daniel tidak aktif. kawannya meminta maria masuk dan duduk, tapi maria enggan masuk ke kos itu.
sudah setengah jam maria menunggu daniel. hampir putus asa saat dia melihat daniel dan motor besarnya itu datang dari arah kanan. “maaf lama, aku ada praktikum dan gak sempat kasih tau kamu” kata daniel dingin. maria membisu. dadanya berdegup kencang. setelah memarkir motornya, daniel duduk di teras kos, dan maria mengikuti. saat maria mendekat, daniel menjauh. seolah maria adalah virus sehingga daniel tak mau dekat-dekat. maria menghela nafas. matanya berkaca-kaca….”daniel………aku hamil…anakmu...”kata maria lirih. daniel hanya terdiam. pandangannya kosong. mungkin dia sama bingungnya dengan maria, tapi daniel tetaplah daniel, dengan ketus dia berkata, “gugurkan saja! aku gak sanggup. dan aku gak mau menikah denganmu”
maria terkejut. dia memang tidak ingin menikah cepat-cepat. dia juga tidak ingin bayi ini. tapi nyatanya, dia sudah terlanjur hamil dan itu karena daniel. tapi ternyata, daniel tak ingin tanggung jawab. hati maria sakit. lebih sakit dari sebelumnya. dia menangis. ingin dia mengumpat daniel, tapi tak bisa….
“tapi daniel….aku tak ingin melakukannya..aku menyayangi anak ini” kata maria.
“baik kalau itu maumu. terserah padamu. yang pasti aku tidak ingin  menikah denganmu. lebih baik aku mati daripada aku harus menikah denganmu” jawab daniel ketus. dan berlalu meninggalkan maria.
Matanya berkaca-kaca...“apa maksudmu daniel????” teriak maria. tapi daniel tak menghiraukannya.
***


uang dua juta sudah ada ditangan maria. daniel bilang dia harus menurut kata-kata daniel. gugurkan saja anak itu, dan urusan selesai. tapi biaya untuk menggugurkan kandungan tidak semurah itu. dan daniel hanya sanggup memberinya dua juta.
hati maria terluka. dia mengutuk diri dia sendiri. kenapa dia begitu percaya dengan daniel, lelaki yang saat ini menghancurkan masa depannya. lelaki tak bertanggung jawab, yang kini entah berada dimana.
usia kandungan maria sudah berjalan 3 bulan. perutnya sudah mulai membuncit. seperti ibu hamil kebanyakan, maria mengalami mual dan kadang ngidam. sesekali maria masih meng’sms daniel sekedar memberitahu kondisi anaknya. meski maria tau, daniel tak kan membalas.
maria memang sedih dan terluka. maria saat ini menanggung beban itu sendiri. entah bagaimana dia menjalani hari-hari ke depan. dia selalu cemas dan khawatir. hampir setiap hari dia menangis. bingung. maria tidak tau lagi harus berbuat apa. meminta pertanggung jawaban daniel, sudah tak mungkin lagi. berterus terang pada orang tuanya, aaah……lebih baik mati daripada melakukan hal itu. dan untuk menggugurkan, janinnya sudah terlalu besar.
lalu sekarang, apa yang harus maria lakukan???adakah yang bisa membantu maria????
***

Daniel terdiam. Pikirannya tak karuan. Maria…benarkah kamu hamil??bagaimana mungkin??tapi daniel dengan jelas melihat hasilnya. dua garis merah pada testpack yang ditunjukkan maria saat itu…. Ahh..ingin rasanya daniel mengutuk dirinya…apa kabarnya maria sekarang?? Sudah 3 bulan lebih maria tidak menghubunginya lagi. Daniel memang selalu benci pada maria yang selalu meng’smsin nya..menyapanya dengan sebutan ayah…dan menyebut anak yang ada di rahimnya adek. Daniel benci..daniel begitu membenci panggilan itu…tapi, jauh di lubuk hatinya daniel kasihan pada maria. Daniel sayang pada anak yang ada di rahim maria. Daniel merasa begitu bersalah. Dan daniel, membenci dirinya sendiri….dan kini daniel begitu kehilangan. Seperti ada ruang kosong dalam hatinya…..
Daniel merenung di dalam kamar kosnya yang baru. Memang sudah hampir 3 bulan daniel pindah dari kos dia yang lama. Daniel tidak ingin maria menemukannya. tapi kini, malah dia yang merindukan maria. Ah…merindukan???TIDAK!!! daniel hanya ingin tau kabar anak yang ada di rahim maria. Sudah tidak ada lagi cinta untuk maria…daniel sudah tidak ingin lagi bertemu maria…
“aku dan anak ini satu paket.” Kata maria sembari terisak. “aku memang begitu gamang untuk melahirkannya, tapi aku tidak bisa membunuhnya.”
Daniel menghembuskan nafas. Sudah dua bungkus rokok dihabiskannya. Dan pikirannya kosong….
Malam ini, lagi-lagi daniel pergi ke klub malam. Sejak dia sudah tidak bersama maria, daniel memang lebih suka menghabiskan waktu bersama teman-teman di klub malam. Dan kali ini dia tidak sendiri. Ada chintya yang jauh lebih seksi dan cantik dari maria yang menemaninya.
“dandy…kamu kenapa diam?” tanya chintya dengan suaranya yang serak.
Daniel hanya menoleh sesaat, dan kembali menghisap rokoknya. Chintya tersenyum…”masih kepikiran maria??? wanita murahan itu???” kata chintya. “ tutup mulutmu!!! Dia bukan wanita murahan!!!” bentak daniel. Lalu dia berlalu pergi….
“ahh…maria…maria….kamu dimana????” tanya daniel pada dirinya sendiri. Dia mencoba menghubungi maria, tapi nomornya sudah tak aktif. berkali-kali daniel menghubungi ponsel maria, dan jawabannya selalu sama, tidak aktif!!
***
Daniel masih tertidur saat sang mama masuk ke kamarnya. wanita ayu itu memandangi anak sulungnya di depan pintu, dan kemudian berjalan mendekat. diusapnya kepala daniel dengan lembut. “maria….”suara daniel serak, mengigau. sang mama menghentikan belaiannya. “daniel….” katanya lembut. daniel terbangun…”mama” katanya, matanya mengerjap-ngerjap…persis seperti daniel ketika kecil. wanita ayu itu tersenyum, dan disentilnya hidung daniel yang bangir…”bangun…sudah siang. nanti bantu mama ke toko yah”. daniel mengangguk.
suasana toko yang ramai membuat daniel melupakan maria. terlebih ada Roso, teman dekatnya sejak kecil dan kini membantu mama daniel menjaga toko. lama daniel tak pulang ke rumah, jadi daniel cukup menikmati hari-harinya di rumah bersama mama. mengantar sang mama ke toko, mengecek barang-barang dagangan bersama roso, dan sesekali bermain bola di lapangan kompleks. daniel senang, meski hatinya tak pernah tenang, perasaan bersalah menghantuinya setiap saat.
“iel…….iel………..” teriak seorang wanita. daniel terkejut, hanya yeni yang memanggilnya begitu. sahabatnya yang cantik itu kini berlari-lari ke arahnya. wajahnya memerah karena kepanasan. tapi dia tetap saja cantik….daniel tersenyum kikuk saat yeni menyalaminya. “iel..kamu lama sekali tak pulang, aku merindukanmu” katanya tanpa basa-basi. dada daniel berdesir..”merindukannya??”. diam-diam sejak dulu daniel memang mencintai yeni, tapi perbedaan diantara mereka lah yang membuat mereka tidak berpacaran dan memilih untuk tetap bersahabat.
“daniel, ayo kita ngobrol. sudah lama aku tak ngobrol denganmu” ajak yeni. dia memang tak pernah berubah, selalu saja ceria. “oke..ayo…” sahut daniel.
hampir setengah jam mereka mengobrol di coffee shop tempat favorit mereka dulu. yeni bercerita tentang banyak hal, cewe yang satu ini memang tak pernah habis untuk bercerita. mungkin baterainya baru di cas. batin daniel. “eh…kamu kok ngelamun sih..kenapa?” tanya yeni..”kamu pacaran sama siapa sekarang??”
“pacaran???? ahh..engga..aku lagi males pacaran.” sahut daniel…yeni tertawa….”ah engga percaya…anak kayak kamu engga mungkin engga punya pacar…”katanya. “kalau engga percaya ya udah….terserah…”sahut daniel. “sudah yuk kita pulang.”ajaknya.
***
iel, aku butuh kamu. ketemu di cofee shop seperti biasa jam 10 pagi ini yah. aku tunggu.
sms dari yeni baru daniel baca pukul 11. daniel bangun kesiangan karena dini hari tadi dia baru menonton pertandingan sepak bola club jagoannya.
tuut….tuuut………lama telpon tak diangkat, daniel merasa bersalah….
baru setelah daniel menelpon untuk ketiga kalinya, suara yeni terdengar diseberang sana…
“hallo…” sapa yeni..suaranya terdengar serak… “yen..maaf, baru bangun. kamu dimana?kalau kamu tunggu aku 15 menit lagi gak apa kan? aku mandi dulu”
“iya, gak apa. aku masih di coffe shop tunggu kamu”
“oke”
KLIK. telpon di tutup. buru-buru daniel mandi, dan menuju coffe shop.
daniel menemukan yeni dalam keadaan yang jauh berbeda seperti saat pertama mereka bertemu kemarin. wajahnya memang masih cantik. tapi matanya sembab. dan bulir-bulir airmata masih menetes saat daniel mendekat.
“iel….” katanya pilu. daniel bingung. “kenapa?’ tanyanya lirih…. bukannya menjawab, yeni malah semakin menangis. lalu dia mengambil secarik  kertas yang sudah sangat lusuh dari dalam tasnya. sebuah surat. daniel membaca dengan hati-hati….
untuk mas arman,
mas, aku sudah melahirkan bayi kita, dia perempuan mas, dan sangat cantik. hidung dan matanya begitu mirip denganmu. tapi maaf mas, aku tidak bisa membesarkannya. jadi aku serahkan bayi ini padamu. tolong dirawat baik-baik.
linda
daniel memandangi surat itu dengan bingung. kenapa surat ini membuat yeni menangis. arman?linda? siapa mereka???
seperti tau kebingungan daniel, yeni berkata, ” mereka orang tua kandungku. selama ini aku tidak pernah tau kalau aku ini hanya anak angkat” daniel masih berkerut bingung. “pak syahriel, dia bukan papaku, dan ibu laras juga bukan ibu kandungku. aku hanya anak angkat mereka. aku dibuang orangtuaku 22 tahun yang lalu ke panti asuhan kasih ibu. dan aku di angkat oleh keluarga syahriel. aku ini anak haram…aku anak haram..!!!!” tangis yeni pecah lagi, dan daniel terlalu bingung untuk menghentikannya….
“yen…apa kamu sudah mengecek semuanya. bisa saja bayi perempuan itu bukan kamu kan?” kata daniel berusaha menenangkannya. “aku sudah mengecek semuanya daniel…surat ini aku dapat dari ibu pengurus di panti asuhan itu. awalnya aku menemukan surat pengesahan dari pengadilan tentang pengangkatan anak saat aku mencari akta kelahiranku di file dokumen keluarga. dan aku menemukan semua kebenaran ini.” kata yeni lirih dengan diiringi isak tangis…”aku sakit hati iel…meski aku tau, papa syahriel dan mama laras menyayangi aku. aku sakit hati pada orangtua kandungku..arman..linda…entah dimana mereka sekarang. sungguh, aku kecewa dengan perlakuan mereka………”
kata-kata yeni menampar hati daniel. kecewa..dengan orangtua kandungnya???? maria…….maria……..lagi-lagi daniel teringat pada maria..dan anak yang sedang dikandungnya. mungkinkah maria akan menyerahkan bayi itu padanya setelah melahirkan nanti? ataukah malah maria sudah menggugurkan bayi itu seperti sarannya tempo hari. atau………….
daniel tidak mau anaknya kecewa padanya. daniel tidak mau menjadi orangtua yang dibenci oleh anaknya sendiri. daniel sayang pada anaknya. tanpa menghiraukan yeni yang masih bersedih, daniel pamit pada yeni. dan dia bergegas pergi. dia harus mencari maria, dan dia harus menemukannya…..harus!!!
***
sudah dapat diduga, dan seharusnya memang sudah patut diduga sebelumnya, Maria tidak dapat lagi menyembunyikan kehamilannya dari anggota keluarganya. kecurigaan orangtuanya akan gendutnya perut maria terbongkar sudah. semalam, ayah maria kalap, dia membentak-bentak anaknya dan menghajarnya habis-habisan, dan ibu maria menangis menjerit-jerit. tak pelak lagi, maria diusir dari rumah. dan maria tidak mengiba, stelah kata-kata, “pergi kau dari rumahku, dan jangan pernah kembali lagi” terlontar dari mulut ayahnya, maria melangkah pergi, tanpa membawa apapun dari rumah. bahkan handphone dan dompetpun tidak. maria pergi, dengan airmata yang meleleh perlahan.
hari sudah begitu larut. maria merasa begitu lelah, tapi dia tak menghentikan langkahnya. pikirannya melayang-layang. dia menyesal telah melakukan tindakan seceroboh itu. wajah daniel terlintas sejenak, namun kemudian sosok ayahnya yang murka dan ibunya yang menangis meraung-raung berkelebat dipikirannya. maria menangis, dan dia membiarkan pandangannya memburam oleh airmatanya sendiri. dielusnya perutnya yang sudah membuncit. bayi di dalam rahimnya tampak tenang, mungkin dia tertidur meringkuk di dalam rahimnya. maria menghela nafas. sekuat tenaga maria menegarkan dirinya. menahan semua rasa sakitnya.  memang tidak mudah untuknya. hanya kasih Tuhan lah yang membuat dia tegar. membuat dia bertahan, meski malam ini, dia merasa semuanya hancur..lebih hancur dari sebelumnya….
maria terus melangkah meski dinginnya malam menusuk tulang-tulangnya. airmatanya terus mengalir. “ampuni aku Tuhan…ampuni aku Tuhan….” bisik maria pelan….hanya itu yang terus diucapkan maria….hatinya terasa begitu sakit, dadanya sesak….airmatanya tak berhenti mengalir….bahkan semakin deras………..
***
bunyi klakson panjang kereta api terdengar begitu memekakkan telinga di pagi yang begitu dingin. sorot lampu dari kereta begitu menyilaukan….maria begitu terkejut, namun dia tak mampu mengelak lagi, kereta itu begitu cepat melaju, kaki maria mendadak lemas, lemah dan tak mampu bergerak…..
“mariaaaaaaaaaaaaaaaa………………..” suara yang begitu dikenalnya. daniel….benarkah itu daniel…apakah itu hanya imajinasinya???????
sesaat maria menoleh, terlihat lelaki bertubuh atletis itu berlari sekuat tenaga mengejar maria, tangannya hendak menyambar maria….hampir….hampir sampai………..daniel behasil meraih tubuh maria……….
nggguuuuuuuuuuuuuuung………………ttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttt………………………………..
dan teriakan membahana di udara………….semua penumpang di dalam kereta itu menjerit………
###

semua terjadi begitu cepat. meski daniel sempat meraih tubuh maria dan memeluknya, namun kereta itu lebih cepat, dan menyambar tubuh keduanya….daniel masih tetap memeluk maria, mereka terpelanting, terhempas keudara, dan terjatuh dengan lumuran darah disekujur tubuh mereka. maria sempat membuka mata,  sesungging senyum sempat menghiasi bibirnya. daniel meraih tangan maria, diremasnya jemari maria dengan mesra, sama ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih. “maafkan aku maria” bisik daniel lirih. maria mengedipkan mata, daniel tersenyum lega. dan keduanya menutup mata untuk selamanya…..

selesai

26 agustus 2011 dan 3 september 2011

prolog: Kanvas Kehidupan


tulisan ini kupersembahkan untuk cinta
dan untuk orang-orang yang menghargai cinta
cinta, lima huruf yang mengandung berjuta makna
menyimpan beribu rasa
dan memendam ratusan cerita dalam sebuah kehidupan setiap manusia
aku bukan seorang penyair handal yang pandai memainkan kata
aku hanyalah seseorang yang inginkan kejujuran
lewat rangkaian kata sederhana
tak peduli harus habiskan berjuta waktu
dan bergelut dengan beribu keraguan
aku hanya ingin sebuah cinta,,
dalam ketulusan dan kejujuran!
…ini adalah sebuah perjalan cinta
antara dua anak manusia
yang memiliki beragam perbedaan
dan mereka disatukan
dalam sebuah dunia
yang bernama “kanvas kehidupan”

#prolog dari novel "bulan yang sama"
original create by TrianaNh

Oktober,2010

slamat tinggal

Aku tau aku salah,
tak seharusnya perasaan ini ada
seharusnya aku bahagia melihatmu sekarang,
dapat terbang bebas seperti yang kau mau
Tapi entahlah...aku terlalu takut untuk menyadari kenyataan ini
Aku terlalu takut kehilanganmu
Terlalu banyak kenangan diantara kita,
walau hanya beberapa bulan kita bersama..
Kelopak mata ini seolah tak kuat menahan bendungan airmata yang sebenarnya tlah ku tahan sekuat tenagaku
Aku tau,tak seharusnya aku begini...
Aku hanya takut harus kehilangan genggaman erat tangan itu,
aku takut harus kehilangan keceriaan itu,
dan aku pasti akan slalu merindukannya
Rindu tawamu
Rindu keceriaanmu
Rindu candamu
Rindu cerita-ceritamu
Dulu saat pertama kali kita bertemu,
sama sekali tak terfikirkan olehku tentang perpisahan ini...
Slamat tinggal..
Smoga suatu hari nanti kita bertemu dalam kondisi yang lebih membahagiakan.



by Triana Nurul Hasanah on Thursday, September 22, 2011 at 4:40pm

sahabatku


"dia sahabat, tak seperti mantan..
yang manis ketika masih pacaran.
dia sahabat, penyemangat aku...
jadilah penopang sayapku"

itu hanya penggalan lagu
yang aku suka sejak aku menemukanmu
beruntung sekali aku bisa bersamamu
dan menjadikanmu bagian yang penting dalam perjalanan hidupku

isti pratiwi, bersamamu aku punya keberanian yang lebih
untuk melakukan hal-hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya
semua itu terasa lebih lengkap saat aku bersamamu
menyusuri jalanan, mengenal kehidupan
bercanda dengan penuh keceriaan
dan terkadang tangis yang tak dapat terelakan
semua itu indah...
semua itu terasa sangat berharga...
dan itu karenamu....

ben suprapto, banyak hal yang terjadi
kita berbagi rasa, dan berakhir dengan air mata
ahh...tapi kurasa tidak..
terakhir kali aku tersenyum dihadapanmu kan??

bahagianya aku bisa bersama kalian
karena kalian lebih berarti dari sekedar teman

by Triana Nurul Hasanah on Thursday, June 23, 2011 at 5:59am

cara yang indah


setiap orang pernah punya cerita
juga sebuah pengharapan tentang sesuatu
tak urung juga sebuah luka
atau rasa kecewa karena harap tak bisa terwujud dalam suatu waktu

katanya, itu wajar sebagai seorang manusia
rasa yang lumrah terjadi dalam kehidupan di dunia

aku mencoba untuk bertanya kenapa,
bagaimana sesuatu itu bisa terjadi
otakku terlalu keras berpikir,
dan hatiku terlalu merasa...

aku hanya menanyakan itu pada hatiku yang rapuh
pada otakku yang terlalu berambisi
kecewa...
aku tidak mendapatkan jawabannya

bukan aku jika aku menyerah,
maka aku coba tanyakan pada setiap hal yang pernah ada dihidupku
lagi-lagi..bukan jawaban yang aku dapat

lalu, aku coba tanyakan itu pada Tuhan
dan Tuhan memberi tau aku dengan cara yang indah

by Triana Nurul Hasanah on Thursday, June 23, 2011 at 5:43am

Hilang Ingatan


aku tau skrang bagaimana rasanya
bagaimana Tuhan dengan penuh cintaNya menunjukan padaku
betapa ini hanyalah permainan otak
dan hati yang terlalu merasa

mungkin benar katanya,
"penting ora"
"pikir ora"
"sarna"
"kebon"
dan semuanya adalah sugesti yang kemudian bisa masuk ke otak
dan memunculkan sebuah rasa

kamu benar...aku sudah sadar tentang itu sekarang
jadi aku tak mau lagi meminta pada Tuhan
untuk Hilang Ingatan

#makasih buat setiap hal yang pernah terjadi
biar ajah mereka tercecer disana
aku tak akan mengumpulkannya dalam album bernama kenangan

by Triana Nurul Hasanah on Thursday, June 23, 2011 at 5:31am

2 catatan yang tak sempat terpublish


semua itu bernama KENANGAN
aku tuliskan itu semalam...
tulisan yang sangat panjang,
aku tulis dengan emosi yang menggelora
harapku, seusai aku menuliskannya
aku merasa lega...

dan pagi ini, kembali aku merasakan ada sesuatu yang harus aku ceritakan
ku rasakan cintaMu
aku tulis tanpa airmata,
hanya dengan emosi yang dalam
di pagi yang berembun dan dingin
tapi sayangnya, lagi-lagi tak sempat terpublish
bahkan aku lupa kata demi kata yang aku tulis

ah biarlah...
mungkin Tuhan hanya ingin menunjukkan bahwa sebenarnya memory otak tak mampu mengingat setiap kenangan
yang hadir satu per satu, hilir mudik dengan ributnya
dan mungkin saja
Tuhan tak ingin otak begitu kuat merekam percakapan mesra yang sempat terjadi
beberapa saat lalu

Tuhan, aku hanya ingin cintaMu sekarang
dan semua yang pernah terjadi dulu
hanya bernama kenangan...

by Triana Nurul Hasanah on Thursday, June 23, 2011 at 5:24am

dalam pelukan embun


masih belum membeku
bau anyirnya masih terasa menusuk hidungku
ku kira aku sudah mati
karena aku sempat melihat sekujur tubuhku bermandikan darah
dan jiwaku terhempas, seperti terlepas dari raganya

aku buka mataku
telingaku mendengar suaraMu memanggil
dingin terasa masuk hingga tulang-tulangku
ku gerakkan semua persendianku, ngilu...

airmata telah mengering di sudut mataku
kepalaku terasa berat, pening
aku masih mendengar suaraMu memanggil
begitu lembut, begitu merdu, dan begitu syahdu

aku masih terus berjuang untuk bergerak
menyambut panggilanMu dalam ketidakberdayaanku

dalam pelukan embun,
aku bersujud padaMu...

by Triana Nurul Hasanah on Thursday, June 23, 2011 at 4:34am

Luka


kamu tau betapa aku sangat takut dengan darah
selama ini, kau obati setiap luka hingga aku tak bisa melihat darah
katamu, "semua akan baik-baik saja
tidak ada luka, apalagi darah"
dan saat aku bertanya dengan sangat cemas,
"bagaimana jika aku terluka lagi?"
lalu jawabmu, "tidak akan mungkin...
kalaupun itu mungkin, ada aku yang tak pernah izinkan kau terluka lagi"

sebilah pedang
tajam
dan berkilat
menebas leherku

darah.........
aku tau itu darahku....
memuncrat ke semua arah
tepat di depan mataku
tak terelakkan

wajah dingin itu milikmu
aku tau itu
karena aku
sempat melihatnya dengan kesadaran yang tak lagi penuh

By Triana Nurul Hasanah · Thursday, June 23, 2011