Selasa, 27 September 2011
Lintang (bintang kecilku)
lintang...lintang....lintang....
nama itu yang terus aku panggil..
nama dari dia yang tanggguh dan berjiwa besar...
dia yang menguatkan aku...
maafkan aku sayang, kali ini aku menangis lagi...
ah...betapa aku sangat merindukanmu..
entahlah, rasanya semua memang tak pernah bisa ku percaya..
seperti mimpi ketika kau datang, dan pergi tiba-tiba
kenapa lintang?
kenapa harus ada perpisahan bahkan jauh sebelum aku belajar banyak darimu?
kenapa kau tega meninggalkan aku??di saat aku sudah ikhlas menerima hadirmu dan mulai mencintaimu?
apakah memang ini jalan yang terbaik? tapi kenapa harus sesakit ini???
Lintang...taukah kamu, air mata ini tak pernah berhenti menetes...
maafkan aku Lintang, maafkan aku....
ini begitu berat..begitu sulit...
lintang sagaraku,
tetaplah bersinar di langit sana
menjadi bintang yang bersinar paling terang,
jadi meski langit mendung aku masih melihat sinarmu
lintang sagaraku,
aku mencintaimu...lebih dari apapun di dunia ini....
Minggu, 25 September 2011
Kau yang kusayang
Cinta yang tulus didalam hatiku
tlah bersemi karenaMu
Hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karenaMu
Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku
Biarkan hujan membasahi bumi
atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan kau biarkan cintaku
yang tulus suci hanya padaMu
Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagi Mu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku
Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku
Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku
Oo… Oo… Oo
Lirik Lagu Angelina Sondakh - Kau Yang Kusayang
tlah bersemi karenaMu
Hati yang suram kini tiada lagi
tlah bersinar karenaMu
Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku
Biarkan hujan membasahi bumi
atau bulan yang tiada berseri
Namun jangan kau biarkan cintaku
yang tulus suci hanya padaMu
Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagi Mu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku
Semua yang ada padaMu
Oo.. membuat diriku tiada berdaya
Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku
Hanyalah bagiMu, Hanyalah untukMu
seluruh hidup dan matiku
Oo… Oo… Oo
Lirik Lagu Angelina Sondakh - Kau Yang Kusayang
Sabtu, 24 September 2011
1. Balinese
SPMB Nasional membuat Kian
meninggalkan Bali, dan kembali ke Kota kelahiran ibunya. Kota kecil di Jawa
Tengah itu memiliki sebuah Universitas yang pernah dia dengar namanya
samar-samar. “gak ada salahnya dicoba.” Begitu jawab Kian waktu ayahnya
menanyakan kesediaannya untuk mengambil kesempatan itu.
Malam ini, malam terakhirnya di
Bali sebelum keesokan paginya dia harus menyebrangi Selat Bali dan meninggalkan
tanah kelahirannya. Meskipun dirinya bukan orang Bali asli, tapi Kian merasa
telah menyatu dengan Bali, kebudayaannya dan teman-temannya. Bahkan
teman-temannya yang asli Bali sering meledeknya dengan mengatakan bahwa dia
lebih bali dari orang bali itu sendiri. Jika diledek demikian, Kian hanya
tersenyum.
Kian menghirup udara malam itu
dalam-dalam. Suara debur ombak yang biasanya terdengar merdu justru membuat
hatinya perih. Untuk pertama kalinya Kian merasa sangat sedih. Meninggalkan
Bali adalah hal tersulit yang dia lakukan. Begitu banyak kenangan. Baginya,
Bali adalah hal yang luar biasa. Dengan pemandangan alam yang indah dan keramahan
penduduknya. Tidak hanya itu, hal yang membuatnya berat untuk meninggalkan Bali
adalah meninggalkan Ayu. Gadis asli Bali yang kini tengah berada disampingnya.
Menemaninya selama hampir 2tahun.
“Mas, ayu gak apa-apa ko...”
katanya. Ayu memang memanggil Kian dengan sebutan Mas karena orang tua Kian
keturunan jawa.
Kian menghembuskan nafas, lalu menatapnya.
Melihat ke dalam matanya. Mata yang bulat dengan bola mata hitam. Mata yang
membuatnya terpesona saat gadis itu tengah menari di Balai Desa 2 tahun silam.
Mata itu yang selalu menggodanya sampai pada akhirnya dia memberanikan diri
untuk menyatakan cintanya. Mata yang bening, dan selalu memancarkan kejujuran.
Dan sekarang, mata itu berkaca-kaca meskipun sorotnya masih tajam menatap lurus
ke arahnya.
Rambut panjangnya tertiup angin
pantai. Gadis ayu itu tersenyum, meyakinkan Kian bahwa dirinya akan baik-baik
saja.
“Yu, aku akan lama di sana.
Mungkin 4 tahun.” Kata Kian dengan nada terkecat. Ada luka di hatinya yang
seharusnya itu tak boleh terjadi. Kian pun tak mengerti, kenapa dia bisa
sesedih ini.
“pergilah Mas... Ayu ikhlas. Itu
semua demi kebaikan Mas Kian. Ayu akan baik-baik saja disini.” Katanya tegas.
Angin pantai malam itu bertiup
semilir. Suara debur ombak menjadi nada yang indah, tapi juga memilukan.
Perpisahan yang menyakitkan. Tapi harus dijalani. Kian menggenggam erat tangan
Ayu. Gadis itu menyandarkan kepalanya di bahu Kian. Langit hitam bertabur
bintang itu menjadi saksi perpisahan mereka.
***
Pengumuman SPMB Nasional udah
lebih dari seminggu. Sejak tahu bahwa dirinya tidak diterima di Akuntansi,
Kirana mengurung diri di kamar. Dia merasa dipecundangi oleh dirinya sendiri.
Dan yang membuatnya sebal adalah Daffa, kekasihnya yang baru beberapa bulan
dipacarinya itu justru diterima di Akuntansi. Berkali-kali ibu membujuknya
untuk keluar kamar, tapi Kirana masih juga ngambek.
“Kira sayang... keluar nak... ada
Daffa.” Ketuk ibunya perlahan
“gak mau! Suruh aja dia pulang!
Dia pasti mau ngejek aku!” teriak Kira dari dalam kamar.
Ibu keluar dan menemui
Daffa, “maaf Fa, mungkin sebaiknya kamu
pulang aja. Kira masih ngambek.”
“iya bu..” jawab Daffa.
Sepulangnya Daffa, ibu membuka
pintu kamar Kira dan masuk dengan perlahan. Anak gadisnya masih saja tidur
telungkup seraya menangis sesenggukkan. Koran yang berisikan pengumuman itu
terlihat kumal. Sebenarnya nama Kirana Yustisia Nugroho itu ada, tapi bukan di
jurusan Akuntansi, melainkan Hukum.
Ibu berjalan mendekat. Lalu duduk
disebelah Kira yang masih terus menangis.
“nak, itu semua takdir Tuhan.
Diterimakan saja. Itu akan membuat kamu lebih baik”
“aku....aku.....” suara Kira
terbata-bata dengan airmata yang terus mengalir.
“Tuhan telah menggariskan yang
terbaik untukmu. Hukum itu bukan jurusan yang jelek kan?”
“tapi...”
“dicoba dulu nak. Kalau memang kau
tak suka, tahun depan kan bisa ikut ujian lagi.” Kata ibu bijak.
Kira terdiam, dan dengan lemah
diapun mengangguk.
***
Setelah menempuh perjalanan yang
jauh dan melelahkan, sampai juga Kian di kota kecil di Jawa Tengah, Purwokerto.
Lama sekali dirinya tak menginjakan kakinya di kota itu. Terakhir dia kesana
adalah waktu nenek meninggal 7 tahun silam. Dilepaskannya pandangan keseluruh
penjuru terminal. Agak sedikit bingung karena ini adalah pertama kalinya dia ke
Purwokerto tanpa orangtuanya. Baru saja dia mengeluatkan HP dan memencet nomor,
tiba-tiba...
“ hai Kian... sudah besar
sekali.”
“ehh... pakdhe...” jawab Kian
dengan sedikit ragu. Pakdhe Joko yang dikenalnya dulu berbeda dengan sosok
lelaki yang kini berdiri di depannya. Lelaki itu berbadan gemuk.
“pakdhe juga. Makin gemuk.” Kata
Kian ramah
“hahahaha.... iya ian,
bener-bener. Makmur siki.” Jawab pakde sambil menepuk-nepuk perutnya.
Kian tersenyum. Lalu tak sengaja
matanya beradu dengan pemuda yang sejak tadi berdiri di samping pakdhenya.
“ini mas akbar pakdhe? Tanya Kian
ragu.
“kupikir kamu lupa Kian.” Kata
mas Akbar.
“engga mas...engga... Cuma tadi
sempat ragu” jawab kian jujur. Lalu keduanya berpelukan.
“wis, ayo cepetan. Ndang wengi
mengko.kesel tho kowe. Crita-critane dilanjutna mengko bae nang umah” Kata
pakdhe.
Kian mengangguk.
“ayo kian. Aku udah nyiapin kamar buat kamu.
Nanti kita akan banyak cerita. Gimana bali... waa... aku sampe mbayangin lho
bisa maen ke sana lagi. Oh ya.. kamu manajemen tho? Aku juga. Tapi ini tahun
terakhirku. Wes tenang aja. Nanti tak kasih tau dosen-dosen yang susah
nilainya. Oh ya, cewe-cewenya ayu-ayu lho. Kamu udah punya pacar blum?” repet mas Akbar. Kian Cuma senyum-senyum. Sekelebat,
bayangan ayu terlintas dibenaknya. “sedang apa kamu Yu?” bisiknya lirih sekali...
***
Belum jam 6 pagi, daffa sudah
berada di rumah Kira. Hari ini akan ada softskiil yang memang diwajibkan untuk
mahasiswa baru dan harus datang sebelum pukul 6. Awalnya Kira gak mau ikut,
tapi setelah dibujuk oleh Daffa, dia mau datang dengan syarat kalau acaranya
membosankan, mereka akan kabur.
Suasana kampus sangat ramai.
Padahal jam tangan Kira baru menunjukan pukul 6 lewat 10 menit. Hampir sebagian
dari mereka berjalan kaki. Mungkin mahasiswa dari luar kota dan sudah mulai kost.
Kira memilih duduk diteras gedung rektorat. Matanya masih mengantuk. Kalau saja
disebelahnya tak ada orang, pasti dia sudah duduk selonjor dan tidur.
“boleh kenal gak?” tanya cowo
yang duduk disebelah Kira
‘gak boleh.” Sahut Kira asal.
Cowo itu terlihat bingung. Kira tersenyum jahil.
“Kirana” jawab Kira sembari
mengulurkan tangan.
“Kian. Kamu darimana?”
“asli sini. Kamu?”
“Bali.” Jawab Kian
“Bali? Maksudmu? Pulau Bali?
Waaa..... seriuus???” suara Kira langsung berubah. Kantuknya mendadak hilang.
Bali itu kan pulau favoritnya. Dari SD Kira udah bermimpi bisa ke Bali dan akhirnya
kesampaian waktu studytour SMA. Dan sekarang, di sebelahnya ada cowo made in
Bali. Kira benar-benar surprise.
“iya serius. Emang kenapa?”
“ah engga. Cuma heran aja. Ko
bisa terdampar di Purwokerto?”
“SPMB Nasional. Tapi ibuku juga
orang sini ko.”
“ooh.... trus nama kamu siapa? I
putu Kian? Apa I wayan?” cerocos Kira
“aku Cuma kebetulan lahir dan
besar di Bali. Orangtuaku asli orang Jawa. Malah ibuku orang Purwokerto. Tapi
mereka udah lama tinggal di Bali. Jadi yaa namaku gak pake Putu, Wayan atau
Made. namaku Rizkian Ramadhan.” Jelas Kian
“oh... kamu islam. Kupikir
Hindu.” Kata Kira sambil tertawa “ambil jurusan apa?”
“manajemen. Kamu?”
“aku Hukum. “
Dan tanpa terasa mereka terlibat
dalam pembicaraan yang seru. Bahkan sampai acara berakhir, keduanya duduk
bersebelahan. Kira tanya banyak tentang Bali dan keinginannya kesana. Sedangkan
Kian, menjelaskan semua hal yang Kira tanyakan dengan semangat. Entah apa yang
Kian rasakan. Mungkin perasaan tertarik. Gadis itu penuh antusias dan
imajinatif. Dia berbicara kesana kemari seolah tak pernah lelah. Dan Kian menyukainya. Hanya menyukainya.....
prolog: Dara di atas Kubah
dosakah aku mencintaimu... mendampingimu...inginkanmu... aku menjadi...diri sendiri... tak peduli...apa kata dunia... ku nanti hari ketika... cinta datang...cinta menang... jadi sayangku...bertahanlah... bila terkadang mulutnya kejam... peluklah aku...jangan menyerah... mereka bukan hakim kita... bintang yang mempertemukan kita... cinta yang mempertahankan kita... ooh...tuhan dengarkan doa... dari cinta yang terlarang... rasa yang mempersatukan kita... cinta yang mempertahan kita... ooh...tuhan dengarkan doa... dari cinta yang terlarang... cinta dan rasa bersatu di doa... berharap cinta kita yang terlarang... berharap cinta kita yang kan menang...
by. Nidji- Dosakah aku
***
tunggu ceritanya di Dara di atas Kubah
original create by. TrianaNh
Jumat, 23 September 2011
Rinduku pada Lintang
Saat
bintang merindukan malam
Seperti
itulah rinduku padamu
Saat
bintang kehilangan malam, cahayanya meredup
Seperti
itulah aku kehilangan dirimu
******
Malam ini
aku menyadari bahwa kau dan aku telah terpisah oleh ruang dan waktu
Terpisah
oleh batas yang tak pernah bisa tertembus
Dan aku
hanya bisa menanti kehadiranmu lewat mimpi
Alam
dimana tak ada batas antara kenyataan dan ilusi
yang
mengizinkan siapapun masuk, tak
terkecuali
Ingin
rasanya aku selalu menembus duniamu kini
Melihatmu,
menyentuhmu dan mendekapmu
Bercakap-cakap denganmu seperti yang biasa kita lakukan
Kini dan
nanti, Selamanya
Kau akan
tetap ada dalam hati dan jiwaku
Energymu
akan selalu menguatkan aku
Cahayamu
takkan pernah meredup,
Dan akan
selalu menghangatkanku
ah Lintang...
Aku merindukanmu!
22.09.2011
-TrianaNh-
Kata Terakhir Untukmu
seperti halnya kedatanganmu, kepergianmu pun mengejutkanku
###
Ketika aku tau kau ada bersamaku, banyak yang ingin kuucapkan. Tapi sepertinya kaulah yang sudah tahu. Beberapa bulan bersamamu, membuat aku belajar akan makna hidup dan kehidupan. kau mengajariku bagaimana bersujud dan bersimpuh. merasakan betapa tidak ada satu pun nikmat Tuhan yang dapat diingkari, bahkan hal yang menyakitkan sekalipun, dapat membuat kita tersenyum, karena ternyata musibah yang datang pada kita adalah bentuk kecintaan Tuhan pada umatNya.
Perjalananmu, adalah perjalanan yang akan mengingatkan mereka yang lupa. Termasuk aku. Kau datang dengan cara yang tak terduga. Entah bagaimana aku harus mencintaimu. Semuanya begitu sulit ku percaya. kau mengajariku banyak hal. kau membuat aku belajar ulang untuk mengapung bersama hidup, untuk berserah dan menerima apa pun yang telah Tuhan gariskan. Kini dan nanti. Manis, pahit, sakit, senang, kau ajari aku untuk berenang bersama itu semua. Kau datang, dengan segala kegenapanmu. Kau datang, tanpa ku minta. Kau datang, dengan segala pelajaran dan kebijaksanaan.
Saat ini kau tidak lagi bersamaku. Tapi katamu, keterpisahan adalah ilusi. Dunia jasad dan dunia roh, dunia materi dan dunia energi, hanyalah dua sisi dari koin yang sama. Hidup tak pernah berakhir mati. Hidup hanya berganti wujud. Dan sepanjang perjalanan bernama hidup, kau dan aku, kita semua, hanya berjalan menembusi satu tabir itu saja. Membolak-balik koin yang sama. Menyeberangi selapis kulit dan daging sebagaimana yang membatasi kita kini.
Terima kasih untuk perjalanan ini. Untuk proses yang tak selalu mudah tapi selalu indah. beberapa bulan bersamamu, membuat aku mengenal dunia yang berbeda dari sebelumnya.
###
Seperti apapun hidup telah menempa saya dengan berbagai macam takdir menyakitkan, tetap membuat saya hancur hari ini. saya sering sedih karena kehilangan, tapi rasanya baru kali ini saya merasakan kesedihan yang teramat mendalam.
saya hanya berharap, Tuhan memang akan membuktikan janjinya kelak, bahwa hanya orang-orang yang sabar dan tawakal menerima takdir Nya yang akan dia pilih menjadi kekasih sejatinya.
Sebanyak apapun Dia memberikan saya jalan menyakitkan, sebanyak itulah saya akan mehadapinya. Bahagia tidak ada dimana-mana, tapi ada dalam hati kita sendiri.dan kita tidak akan pernah tau seberapa kuatnya kita sebelum kita menghadapinya.
Selamat jalan belahan jiwaku, akan selalu ada doa dan cinta untukmu….
9 September 2011 pukul 12:12WIB
-TrianaNh-
Puisi untuk Lintang
Lintangku, Lintang Sagara
yang selalu angkuh melawan kejamnya dunia, yang selalu percaya diri menghadapi problema hidup, dan selalu tegar menjalani takdir yang telah digariskan Tuhan.
Lintangku, Lintang Sagara
yang selalu menguatkan aku, membuatku percaya akan adanya sebuah ketulusan, dan membawaku pada cinta yang tak pernah menyakiti.
Lintangku, Lintang Sagara
yang mengingatkan aku saat aku lupa, yang selalu menenangkan aku ketika aku resah,dan membuat aku mampu melalui hari-hariku dengan keoptimisan.
Lintangku, Lintang Sagara
yang menempa jiwaku, yang mengajarkanku tentang ikhlas dan sabar, yang menyadarkanku akan makna hidup dan kehidupan.
Lintangku, Lintang Sagara
yang Tuhan ciptakan untukku, yang takdirnya adalah bersamaku….
#kecup sayang untuk Lintang
23.08.2011
-TrianaNh-
Aku Jatuh Cinta
aku jatuh cinta. pada sebuah nama yang menggambarkan kekuatan dan keangkuhan. nama yang menyiratkan pemiliknya adalah seorang yang tangguh dan berjiwa besar.
Lintang Sagara.
nama itu aku temukan diantara tangis dan doaku. diantara cucuran air mata dan tetesan darahku. nama yang berenang-renang dalam benakku, nama yang berdenyut dalam nadiku.
Lintang Sagara.
aku mencintainya lebih dari apa yang bisa ku katakan. aku menyayanginya lebih dari diriku sendiri. dan bahkan, aku rela mengorbankan nyawaku untuk hidup dan impiannya.
Lintang Sagara.
dia melesat bagai anak panah. menembus tiap-tiap apa yang dilaluinya. melesat cepat, menjangkau seluruh apa yang ada di depannya.
Lintang Sagara.
dia berdenyut merdu. menyanyi dalam nada dan alunan lagu cinta dari Tuhanku. berbisik lirih tentang cinta yang tak pernah habis dan tak pernah menyakiti.
Lintang Sagara.
aku jatuh cinta
04.08.2011
-triananh-
Maria
namanya
maria. seorang gadis yang tidak terlalu cantik, tapi menurut banyak lelaki dia
menarik. sudah satu tahun dia bertunangan dengan seorang dokter muda. namun,
jarak yang memisahkan mereka membuat hubungan mereka tidak baik. Frans,
tunangannya, baru saja ketahuan berselingkuh dengan livia. tapi maria hanya
diam. pikirnya, mungkin Frans khilaf dan itu memang salahnya, karena dia tak
ada disisi frans.
hari
ini, maria dan kawan-kawannya mengikuti studytour. tidak seperti studytour
biasanya yang hanya diikuti oleh satu fakultas saja, tapi kali ini semua
fakultas dari universitas ikut serta. maria terlihat sibuk mondar-mandir
mengatur kawan-kawannya. ya tentu saja! maria adalah koordinator dari
fakultasnya.
“maria?”
tanya seseorang berbadan jangkung dan sama sekali tidak atletis.
“iya,
ada apa?”
“aku
ardy, koordinator dari teknik. hukum dan teknik jadi satu bus.”katanya
“ooh…baiklah…aku
akan cek lagi” sahut maria
itu
adalah pembicaraan awal maria dengan si cowo jangkung bernama ardy. “teknik”
maria menggumam….
***
sepanjang
perjalanan maria mengobrol dengan ardy. ada banyak hal yang mereka bicarakan.
dan mata maria selalu berbinar setiap kali ardy bercerita tentang pertambangan.
tanpa maria sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kedekatan itu. Daniel.
cowo berperawakan atletis itu begitu memperhatikan maria. dan maria sungguh tak
pernah menyadari kehadirannya, hingga suatu hari maria terpaksa hanya berdua
dengan Daniel. diluar dugaan maria, daniel yang terlihat angker itu bahkan
membuat maria tertawa terpingkal-pingkal. dan kedekatan mereka semakin terlihat
jelas bahkan hingga acara study tour ini selesai. maria merasa aman dan nyaman
dengan Daniel.hanya sebagai teman, karena maria sadar betul, di jarinya sudah
ada cincin dari frans.
makin
hari, maria makin terlihat dekat dengan Daniel, dan frans, sepertinya sudah tidak
peduli lagi dengan maria. hingga awal maret, mereka memutuskan untuk putus.
tanpa diketahui keluarga. frans bilang, “aku butuh waktu untuk menenangkan
hatiku”, dan maria setuju.
“aaah…maria,
kau terlalu lemah” kata daniel saat maria menceritakan kejadiannya. maria hanya
diam. hampir-hampir dia menangis. “tapi sudahlah maria, kamu lupakan saja. saat
ini kau bersamaku. dan aku takkan pernah izinkan satu orangpun menyakitimu.”
sambung daniel sembari mengusap kepala maria. dan maria hanya diam.
“maria,
aku tak suka lihat kau bersedih. ayo, aku ajak kau jalan-jalan. aku ingin kau
seceria dulu” kata daniel suatu hari. “baiklah, aku juga tak ingin bersedih
lama-lama” jawab maria. sepanjang jalan mereka bercanda. menyusuri jalan-jalan
yang tidak biasa maria lalui. “aah daniel, terimakasih”, gumam maria.
tak
lama dari itu, mereka berpacaran. entah siapa yang memulai duluan, tapi toh
keduanya sepakat. dan hari-hari maria selalu ceria. daniel selalu saja membuat
maria bahagia. dan maria merasa, daniel adalah seseorang yang dikirim Tuhan
untuknya. daniel begitu mencintainya. itu yang dirasakan maria. bahkan, kawan
maria yang hampir selalu sinis memandang suatu hubungan mengatakan kalau daniel
begitu tulus mencintai maria.
tapi
ternyata, kehidupan memang terkadang berjalan tidak seperti apa yang
diharapkan. hanya 3 bulan kebahagiaan itu terjadi. daniel rupanya berbalik
arah. entah apa alasannya. maria terlalu bingung untuk bertanya. kemana daniel
yang hangat? kemana daniel yang dulu begitu mencintai maria? daniel memang
masih menjawab telponnya, tapi sudah tidak sehangat dulu. dan daniel tiba-tiba
saja memutuskan hubungan mereka. maria merasa hatinya begitu hancur…
***
kamu tau betapa aku
sangat takut dengan darah
selama ini, kau obati
setiap luka hingga aku tak bisa melihat darah
katamu, “semua akan
baik-baik saja
tidak ada luka, apalagi
darah”
dan saat aku bertanya
dengan sangat cemas,
“bagaimana jika aku
terluka lagi?”
lalu jawabmu, “tidak
akan mungkin…
kalaupun itu mungkin,
ada aku yang tak pernah izinkan kau terluka lagi”
sebilah pedang
tajam
dan berkilat
menebas leherku
darah………
aku tau itu darahku….
memuncrat ke semua arah
tepat di depan mataku
tak terelakkan
wajah dingin itu milikmu
aku tau itu
karena aku
sempat melihatnya dengan
kesadaran yang tak lagi penuh
***
maria menutup buku hariannya. dia begitu lelah. ahh…selama ini maria memang
begitu terlena dengan kesenangan dunia. maria merasa daniel adalah penjaganya,
penolongnya…tapi ternyata…….
“Tuhan, maafkan aku yang telah berselingkuh dariMu” bisik maria lirih….
2 minggu setelah mereka putus, maria merasa ada hal yang aneh dalam
dirinya. sebenarnya dia sudah curiga sejak daniel memutuskannya. tapi maria
mencoba untuk mengabaikannya. namun kali ini, maria benar-benar nekat. dia
ingin memastikan apakah dugaannya benar atau tidak. ragu-ragu dia ke apotik dan
membeli 3 sekaligus testpack dengan merek yang berbeda. sepanjang hari itu
maria gelisah. dia tak sabar menunggu pagi.
tubuh maria bergetar hebat saat dia melihat dua garis merah di testpacknya.
dia menggeleng-gelengkan kepalanya. sungguh tidak percaya. bagaimana mungkin
ini bisa terjadi. kenapa???kenapa???? perasaannya kacau. dia sungguh tidak
menyangka bahwa Tuhan menghukum dia dengan cara seperti ini. tangan maria
dingin. dan tangisnya pecah.
sudah tiga kali dalam tiga hari maria melakukan test yang sama. dan
hasilnya sama. dan ini adalah keempat kalinya maria melakukan test. hasilnya pun
sama. maria semakin yakin, di rahimnya ada janin daniel yang sedang tumbuh.
dengan tangan yang bergetar, maria meng’sms daniel
ada cinta yang sedang tumbuh bersamaku.aku tau, kau tak pernah
menginginkannya.maaf aku juga tak sanggup menanggung ini sendirian. jadi lebih
baik, aku lenyapkan saja.
send
lama maria menunggu balasan, tapi daniel tak membalas. sudahlah..maria tak
ingin berhubungan dengan lelaki itu lagi. tekadnya sudah bulat, janin ini harus
digugurkan sebelum besar.
***
hari-hari
maria semakin tidak tenang. aborsi. maria memang harus melakukannya jika tak
ingin keluarga besarnya mengamuk. tapi, semakin hari maria justru semakin tak
tega dengan janin ini. akhirnya maria menelpon daniel. dia harus tau! begitu
pikir maria…
tuut….tuuuut……
telpon
tersambung, hati maria dag dig dug tak karuan
“halooo”
suara diseberang sana…ketus!
“daniel…ada
yang ingin aku sampaikan padamu….” suara maria bergetar…hampir-hampir dia
menangis
“apa???”
desak daniel, jengah!
“aku………….aku…………………..”
maria tak sanggup melanjutkan kata-katanya…dan telpon terputus begitu saja.
lalu
dengan jemari yang bergetar, maria menulis sms
aku
hamil
send
beberapa
menit kemudian ada balasan dari daniel
sama
siapa?
maria
terkejut. apa yang ada dipikiran daniel. tentu saja dengannya! bedebah…cowo
brengsek!! umpat maria.
tentu
saja denganmu
send
lama
maria menunggu balasan. daniel tak membalas lagi. dan maria menelponnya.
“gugurkan
saja!” kata daniel ketus diseberang sana. maria menangis. “tidak! aku ingin
kita bertemu” jawab maria dengan suara bergetar. “okee…besok jam 2 kita ketemu”
semalaman
maria menangis. dia sempat kedokter kandungan sore sebelumnya. dan benar. usia
janinnya sudah 5 minggu. masih teringat jelas dalam benak maria, bagaimana dia
pertama kali melakukannya dengan daniel. dan dia begitu percaya padanya. “ah….maria…bodohnya
kau!!!” umpatnya dalam hati.
***
maria
mondar-mandir di depan kos daniel. kawannya bilang, daniel ada praktikum hari
ini. ahh..tega sekali dia. maria gelisah. hp daniel tidak aktif. kawannya
meminta maria masuk dan duduk, tapi maria enggan masuk ke kos itu.
sudah
setengah jam maria menunggu daniel. hampir putus asa saat dia melihat daniel
dan motor besarnya itu datang dari arah kanan. “maaf lama, aku ada praktikum
dan gak sempat kasih tau kamu” kata daniel dingin. maria membisu. dadanya
berdegup kencang. setelah memarkir motornya, daniel duduk di teras kos, dan
maria mengikuti. saat maria mendekat, daniel menjauh. seolah maria adalah virus
sehingga daniel tak mau dekat-dekat. maria menghela nafas. matanya
berkaca-kaca….”daniel………aku hamil…anakmu...”kata maria lirih. daniel hanya
terdiam. pandangannya kosong. mungkin dia sama bingungnya dengan maria, tapi
daniel tetaplah daniel, dengan ketus dia berkata, “gugurkan saja! aku gak
sanggup. dan aku gak mau menikah denganmu”
maria terkejut.
dia memang tidak ingin menikah cepat-cepat. dia juga tidak ingin bayi ini. tapi
nyatanya, dia sudah terlanjur hamil dan itu karena daniel. tapi ternyata,
daniel tak ingin tanggung jawab. hati maria sakit. lebih sakit dari sebelumnya.
dia menangis. ingin dia mengumpat daniel, tapi tak bisa….
“tapi
daniel….aku tak ingin melakukannya..aku menyayangi anak ini” kata maria.
“baik
kalau itu maumu. terserah padamu. yang pasti aku tidak ingin menikah
denganmu. lebih baik aku mati daripada aku harus menikah denganmu” jawab daniel
ketus. dan berlalu meninggalkan maria.
Matanya
berkaca-kaca...“apa maksudmu daniel????” teriak maria. tapi daniel tak
menghiraukannya.
***
uang
dua juta sudah ada ditangan maria. daniel bilang dia harus menurut kata-kata daniel.
gugurkan saja anak itu, dan urusan selesai. tapi biaya untuk menggugurkan
kandungan tidak semurah itu. dan daniel hanya sanggup memberinya dua juta.
hati
maria terluka. dia mengutuk diri dia sendiri. kenapa dia begitu percaya dengan
daniel, lelaki yang saat ini menghancurkan masa depannya. lelaki tak
bertanggung jawab, yang kini entah berada dimana.
usia
kandungan maria sudah berjalan 3 bulan. perutnya sudah mulai membuncit. seperti
ibu hamil kebanyakan, maria mengalami mual dan kadang ngidam. sesekali maria
masih meng’sms daniel sekedar memberitahu kondisi anaknya. meski maria tau,
daniel tak kan membalas.
maria
memang sedih dan terluka. maria saat ini menanggung beban itu sendiri. entah
bagaimana dia menjalani hari-hari ke depan. dia selalu cemas dan khawatir.
hampir setiap hari dia menangis. bingung. maria tidak tau lagi harus berbuat
apa. meminta pertanggung jawaban daniel, sudah tak mungkin lagi. berterus
terang pada orang tuanya, aaah……lebih baik mati daripada melakukan hal itu. dan
untuk menggugurkan, janinnya sudah terlalu besar.
lalu
sekarang, apa yang harus maria lakukan???adakah yang bisa membantu maria????
***
Daniel terdiam. Pikirannya tak karuan.
Maria…benarkah kamu hamil??bagaimana mungkin??tapi daniel dengan jelas melihat
hasilnya. dua garis merah pada testpack yang ditunjukkan maria saat itu….
Ahh..ingin rasanya daniel mengutuk dirinya…apa kabarnya maria sekarang?? Sudah
3 bulan lebih maria tidak menghubunginya lagi. Daniel memang selalu benci pada
maria yang selalu meng’smsin nya..menyapanya dengan sebutan ayah…dan menyebut
anak yang ada di rahimnya adek. Daniel benci..daniel begitu membenci panggilan
itu…tapi, jauh di lubuk hatinya daniel kasihan pada maria. Daniel sayang pada
anak yang ada di rahim maria. Daniel merasa begitu bersalah. Dan daniel,
membenci dirinya sendiri….dan kini daniel begitu kehilangan. Seperti ada ruang
kosong dalam hatinya…..
Daniel merenung di dalam kamar kosnya yang
baru. Memang sudah hampir 3 bulan daniel pindah dari kos dia yang lama. Daniel
tidak ingin maria menemukannya. tapi kini, malah dia yang merindukan maria.
Ah…merindukan???TIDAK!!! daniel hanya ingin tau kabar anak yang ada di rahim
maria. Sudah tidak ada lagi cinta untuk maria…daniel sudah tidak ingin lagi
bertemu maria…
“aku dan anak ini satu paket.” Kata maria
sembari terisak. “aku memang begitu gamang untuk melahirkannya, tapi aku tidak
bisa membunuhnya.”
Daniel menghembuskan nafas. Sudah dua
bungkus rokok dihabiskannya. Dan pikirannya kosong….
Malam ini, lagi-lagi daniel pergi ke klub
malam. Sejak dia sudah tidak bersama maria, daniel memang lebih suka
menghabiskan waktu bersama teman-teman di klub malam. Dan kali ini dia tidak
sendiri. Ada chintya yang jauh lebih seksi dan cantik dari maria yang
menemaninya.
“dandy…kamu kenapa diam?” tanya chintya
dengan suaranya yang serak.
Daniel hanya menoleh sesaat, dan kembali
menghisap rokoknya. Chintya tersenyum…”masih kepikiran maria??? wanita murahan
itu???” kata chintya. “ tutup mulutmu!!! Dia bukan wanita murahan!!!” bentak
daniel. Lalu dia berlalu pergi….
“ahh…maria…maria….kamu dimana????” tanya
daniel pada dirinya sendiri. Dia mencoba menghubungi maria, tapi nomornya sudah
tak aktif. berkali-kali daniel menghubungi ponsel maria, dan jawabannya selalu
sama, tidak aktif!!
***
Daniel
masih tertidur saat sang mama masuk ke kamarnya. wanita ayu itu memandangi anak
sulungnya di depan pintu, dan kemudian berjalan mendekat. diusapnya kepala
daniel dengan lembut. “maria….”suara daniel serak, mengigau. sang mama
menghentikan belaiannya. “daniel….” katanya lembut. daniel terbangun…”mama”
katanya, matanya mengerjap-ngerjap…persis seperti daniel ketika kecil. wanita
ayu itu tersenyum, dan disentilnya hidung daniel yang bangir…”bangun…sudah
siang. nanti bantu mama ke toko yah”. daniel mengangguk.
suasana
toko yang ramai membuat daniel melupakan maria. terlebih ada Roso, teman
dekatnya sejak kecil dan kini membantu mama daniel menjaga toko. lama daniel
tak pulang ke rumah, jadi daniel cukup menikmati hari-harinya di rumah bersama
mama. mengantar sang mama ke toko, mengecek barang-barang dagangan bersama
roso, dan sesekali bermain bola di lapangan kompleks. daniel senang, meski
hatinya tak pernah tenang, perasaan bersalah menghantuinya setiap saat.
“iel…….iel………..”
teriak seorang wanita. daniel terkejut, hanya yeni yang memanggilnya begitu.
sahabatnya yang cantik itu kini berlari-lari ke arahnya. wajahnya memerah
karena kepanasan. tapi dia tetap saja cantik….daniel tersenyum kikuk saat yeni
menyalaminya. “iel..kamu lama sekali tak pulang, aku merindukanmu” katanya
tanpa basa-basi. dada daniel berdesir..”merindukannya??”. diam-diam sejak dulu
daniel memang mencintai yeni, tapi perbedaan diantara mereka lah yang membuat
mereka tidak berpacaran dan memilih untuk tetap bersahabat.
“daniel,
ayo kita ngobrol. sudah lama aku tak ngobrol denganmu” ajak yeni. dia memang
tak pernah berubah, selalu saja ceria. “oke..ayo…” sahut daniel.
hampir
setengah jam mereka mengobrol di coffee shop tempat favorit mereka dulu. yeni
bercerita tentang banyak hal, cewe yang satu ini memang tak pernah habis untuk
bercerita. mungkin baterainya baru di cas. batin daniel. “eh…kamu kok ngelamun
sih..kenapa?” tanya yeni..”kamu pacaran sama siapa sekarang??”
“pacaran????
ahh..engga..aku lagi males pacaran.” sahut daniel…yeni tertawa….”ah engga
percaya…anak kayak kamu engga mungkin engga punya pacar…”katanya. “kalau engga
percaya ya udah….terserah…”sahut daniel. “sudah yuk kita pulang.”ajaknya.
***
iel,
aku butuh kamu. ketemu di cofee shop seperti biasa jam 10 pagi ini yah. aku
tunggu.
sms
dari yeni baru daniel baca pukul 11. daniel bangun kesiangan karena dini hari
tadi dia baru menonton pertandingan sepak bola club jagoannya.
tuut….tuuut………lama
telpon tak diangkat, daniel merasa bersalah….
baru
setelah daniel menelpon untuk ketiga kalinya, suara yeni terdengar diseberang
sana…
“hallo…”
sapa yeni..suaranya terdengar serak… “yen..maaf, baru bangun. kamu dimana?kalau
kamu tunggu aku 15 menit lagi gak apa kan? aku mandi dulu”
“iya,
gak apa. aku masih di coffe shop tunggu kamu”
“oke”
KLIK.
telpon di tutup. buru-buru daniel mandi, dan menuju coffe shop.
daniel
menemukan yeni dalam keadaan yang jauh berbeda seperti saat pertama mereka
bertemu kemarin. wajahnya memang masih cantik. tapi matanya sembab. dan
bulir-bulir airmata masih menetes saat daniel mendekat.
“iel….”
katanya pilu. daniel bingung. “kenapa?’ tanyanya lirih…. bukannya menjawab,
yeni malah semakin menangis. lalu dia mengambil secarik kertas yang sudah
sangat lusuh dari dalam tasnya. sebuah surat. daniel membaca dengan hati-hati….
untuk
mas arman,
mas,
aku sudah melahirkan bayi kita, dia perempuan mas, dan sangat cantik. hidung
dan matanya begitu mirip denganmu. tapi maaf mas, aku tidak bisa
membesarkannya. jadi aku serahkan bayi ini padamu. tolong dirawat baik-baik.
linda
daniel
memandangi surat itu dengan bingung. kenapa surat ini membuat yeni menangis.
arman?linda? siapa mereka???
seperti
tau kebingungan daniel, yeni berkata, ” mereka orang tua kandungku. selama ini
aku tidak pernah tau kalau aku ini hanya anak angkat” daniel masih berkerut
bingung. “pak syahriel, dia bukan papaku, dan ibu laras juga bukan ibu
kandungku. aku hanya anak angkat mereka. aku dibuang orangtuaku 22 tahun yang
lalu ke panti asuhan kasih ibu. dan aku di angkat oleh keluarga syahriel. aku
ini anak haram…aku anak haram..!!!!” tangis yeni pecah lagi, dan daniel terlalu
bingung untuk menghentikannya….
“yen…apa
kamu sudah mengecek semuanya. bisa saja bayi perempuan itu bukan kamu kan?”
kata daniel berusaha menenangkannya. “aku sudah mengecek semuanya daniel…surat
ini aku dapat dari ibu pengurus di panti asuhan itu. awalnya aku menemukan
surat pengesahan dari pengadilan tentang pengangkatan anak saat aku mencari
akta kelahiranku di file dokumen keluarga. dan aku menemukan semua kebenaran
ini.” kata yeni lirih dengan diiringi isak tangis…”aku sakit hati iel…meski aku
tau, papa syahriel dan mama laras menyayangi aku. aku sakit hati pada orangtua
kandungku..arman..linda…entah dimana mereka sekarang. sungguh, aku kecewa
dengan perlakuan mereka………”
kata-kata
yeni menampar hati daniel. kecewa..dengan orangtua kandungnya????
maria…….maria……..lagi-lagi daniel teringat pada maria..dan anak yang sedang dikandungnya.
mungkinkah maria akan menyerahkan bayi itu padanya setelah melahirkan nanti?
ataukah malah maria sudah menggugurkan bayi itu seperti sarannya tempo hari.
atau………….
daniel
tidak mau anaknya kecewa padanya. daniel tidak mau menjadi orangtua yang dibenci
oleh anaknya sendiri. daniel sayang pada anaknya. tanpa menghiraukan yeni
yang masih bersedih, daniel pamit pada yeni. dan dia bergegas pergi. dia harus
mencari maria, dan dia harus menemukannya…..harus!!!
***
sudah
dapat diduga, dan seharusnya memang sudah patut diduga sebelumnya, Maria tidak
dapat lagi menyembunyikan kehamilannya dari anggota keluarganya. kecurigaan
orangtuanya akan gendutnya perut maria terbongkar sudah. semalam, ayah maria
kalap, dia membentak-bentak anaknya dan menghajarnya habis-habisan, dan ibu
maria menangis menjerit-jerit. tak pelak lagi, maria diusir dari rumah. dan
maria tidak mengiba, stelah kata-kata, “pergi kau dari rumahku, dan jangan
pernah kembali lagi” terlontar dari mulut ayahnya, maria melangkah pergi, tanpa
membawa apapun dari rumah. bahkan handphone dan dompetpun tidak. maria pergi,
dengan airmata yang meleleh perlahan.
hari
sudah begitu larut. maria merasa begitu lelah, tapi dia tak menghentikan
langkahnya. pikirannya melayang-layang. dia menyesal telah melakukan tindakan
seceroboh itu. wajah daniel terlintas sejenak, namun kemudian sosok ayahnya
yang murka dan ibunya yang menangis meraung-raung berkelebat dipikirannya.
maria menangis, dan dia membiarkan pandangannya memburam oleh airmatanya
sendiri. dielusnya perutnya yang sudah membuncit. bayi di dalam rahimnya tampak
tenang, mungkin dia tertidur meringkuk di dalam rahimnya. maria menghela nafas.
sekuat tenaga maria menegarkan dirinya. menahan semua rasa sakitnya.
memang tidak mudah untuknya. hanya kasih Tuhan lah yang membuat dia
tegar. membuat dia bertahan, meski malam ini, dia merasa semuanya hancur..lebih
hancur dari sebelumnya….
maria
terus melangkah meski dinginnya malam menusuk tulang-tulangnya. airmatanya
terus mengalir. “ampuni aku Tuhan…ampuni aku Tuhan….” bisik maria pelan….hanya
itu yang terus diucapkan maria….hatinya terasa begitu sakit, dadanya
sesak….airmatanya tak berhenti mengalir….bahkan semakin deras………..
***
bunyi
klakson panjang kereta api terdengar begitu memekakkan telinga di pagi yang
begitu dingin. sorot lampu dari kereta begitu menyilaukan….maria begitu
terkejut, namun dia tak mampu mengelak lagi, kereta itu begitu cepat melaju,
kaki maria mendadak lemas, lemah dan tak mampu bergerak…..
“mariaaaaaaaaaaaaaaaa………………..”
suara yang begitu dikenalnya. daniel….benarkah itu daniel…apakah itu hanya
imajinasinya???????
sesaat
maria menoleh, terlihat lelaki bertubuh atletis itu berlari sekuat tenaga
mengejar maria, tangannya hendak menyambar maria….hampir….hampir
sampai………..daniel behasil meraih tubuh maria……….
nggguuuuuuuuuuuuuuung………………ttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttt………………………………..
dan
teriakan membahana di udara………….semua penumpang di dalam kereta itu menjerit………
###
semua
terjadi begitu cepat. meski daniel sempat meraih tubuh maria dan memeluknya,
namun kereta itu lebih cepat, dan menyambar tubuh keduanya….daniel masih tetap
memeluk maria, mereka terpelanting, terhempas keudara, dan terjatuh dengan
lumuran darah disekujur tubuh mereka. maria sempat membuka mata, sesungging
senyum sempat menghiasi bibirnya. daniel meraih tangan maria, diremasnya jemari
maria dengan mesra, sama ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih. “maafkan
aku maria” bisik daniel lirih. maria mengedipkan mata, daniel tersenyum lega.
dan keduanya menutup mata untuk selamanya…..
selesai
prolog: Kanvas Kehidupan
tulisan ini kupersembahkan untuk cinta
dan untuk orang-orang yang menghargai cinta
cinta, lima huruf yang mengandung berjuta makna
menyimpan beribu rasa
dan memendam ratusan cerita dalam sebuah kehidupan setiap manusia
aku bukan seorang penyair handal yang pandai memainkan kata
aku hanyalah seseorang yang inginkan kejujuran
lewat rangkaian kata sederhana
tak peduli harus habiskan berjuta waktu
dan bergelut dengan beribu keraguan
aku hanya ingin sebuah cinta,,
dalam ketulusan dan kejujuran!
…ini adalah sebuah perjalan cinta
antara dua anak manusia
yang memiliki beragam perbedaan
dan mereka disatukan
dalam sebuah dunia
yang bernama “kanvas kehidupan”
#prolog dari novel "bulan yang sama"
original create by TrianaNh
Oktober,2010
slamat tinggal
Aku tau aku salah,
tak seharusnya perasaan ini ada
seharusnya aku bahagia melihatmu sekarang,
dapat terbang bebas seperti yang kau mau
Tapi entahlah...aku terlalu takut untuk menyadari kenyataan ini
Aku terlalu takut kehilanganmu
Terlalu banyak kenangan diantara kita,
walau hanya beberapa bulan kita bersama..
Kelopak mata ini seolah tak kuat menahan bendungan airmata yang sebenarnya tlah ku tahan sekuat tenagaku
Aku tau,tak seharusnya aku begini...
Aku hanya takut harus kehilangan genggaman erat tangan itu,
aku takut harus kehilangan keceriaan itu,
dan aku pasti akan slalu merindukannya
Rindu tawamu
Rindu keceriaanmu
Rindu candamu
Rindu cerita-ceritamu
Dulu saat pertama kali kita bertemu,
sama sekali tak terfikirkan olehku tentang perpisahan ini...
Slamat tinggal..
Smoga suatu hari nanti kita bertemu dalam kondisi yang lebih membahagiakan.
by Triana Nurul Hasanah on Thursday, September 22, 2011 at 4:40pm
tak seharusnya perasaan ini ada
seharusnya aku bahagia melihatmu sekarang,
dapat terbang bebas seperti yang kau mau
Tapi entahlah...aku terlalu takut untuk menyadari kenyataan ini
Aku terlalu takut kehilanganmu
Terlalu banyak kenangan diantara kita,
walau hanya beberapa bulan kita bersama..
Kelopak mata ini seolah tak kuat menahan bendungan airmata yang sebenarnya tlah ku tahan sekuat tenagaku
Aku tau,tak seharusnya aku begini...
Aku hanya takut harus kehilangan genggaman erat tangan itu,
aku takut harus kehilangan keceriaan itu,
dan aku pasti akan slalu merindukannya
Rindu tawamu
Rindu keceriaanmu
Rindu candamu
Rindu cerita-ceritamu
Dulu saat pertama kali kita bertemu,
sama sekali tak terfikirkan olehku tentang perpisahan ini...
Slamat tinggal..
Smoga suatu hari nanti kita bertemu dalam kondisi yang lebih membahagiakan.
by Triana Nurul Hasanah on Thursday, September 22, 2011 at 4:40pm
sahabatku
"dia sahabat, tak seperti mantan..
yang manis ketika masih pacaran.
dia sahabat, penyemangat aku...
jadilah penopang sayapku"
itu hanya penggalan lagu
yang aku suka sejak aku menemukanmu
beruntung sekali aku bisa bersamamu
dan menjadikanmu bagian yang penting dalam perjalanan hidupku
isti pratiwi, bersamamu aku punya keberanian yang lebih
untuk melakukan hal-hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya
semua itu terasa lebih lengkap saat aku bersamamu
menyusuri jalanan, mengenal kehidupan
bercanda dengan penuh keceriaan
dan terkadang tangis yang tak dapat terelakan
semua itu indah...
semua itu terasa sangat berharga...
dan itu karenamu....
ben suprapto, banyak hal yang terjadi
kita berbagi rasa, dan berakhir dengan air mata
ahh...tapi kurasa tidak..
terakhir kali aku tersenyum dihadapanmu kan??
bahagianya aku bisa bersama kalian
karena kalian lebih berarti dari sekedar teman
cara yang indah
setiap orang pernah punya cerita
juga sebuah pengharapan tentang sesuatu
tak urung juga sebuah luka
atau rasa kecewa karena harap tak bisa terwujud dalam suatu waktu
katanya, itu wajar sebagai seorang manusia
rasa yang lumrah terjadi dalam kehidupan di dunia
aku mencoba untuk bertanya kenapa,
bagaimana sesuatu itu bisa terjadi
otakku terlalu keras berpikir,
dan hatiku terlalu merasa...
aku hanya menanyakan itu pada hatiku yang rapuh
pada otakku yang terlalu berambisi
kecewa...
aku tidak mendapatkan jawabannya
bukan aku jika aku menyerah,
maka aku coba tanyakan pada setiap hal yang pernah ada dihidupku
lagi-lagi..bukan jawaban yang aku dapat
lalu, aku coba tanyakan itu pada Tuhan
dan Tuhan memberi tau aku dengan cara yang indah
Hilang Ingatan
aku tau skrang bagaimana rasanya
bagaimana Tuhan dengan penuh cintaNya menunjukan padaku
betapa ini hanyalah permainan otak
dan hati yang terlalu merasa
mungkin benar katanya,
"penting ora"
"pikir ora"
"sarna"
"kebon"
dan semuanya adalah sugesti yang kemudian bisa masuk ke otak
dan memunculkan sebuah rasa
kamu benar...aku sudah sadar tentang itu sekarang
jadi aku tak mau lagi meminta pada Tuhan
untuk Hilang Ingatan
#makasih buat setiap hal yang pernah terjadi
biar ajah mereka tercecer disana
aku tak akan mengumpulkannya dalam album bernama kenangan
2 catatan yang tak sempat terpublish
semua itu bernama KENANGAN
aku tuliskan itu semalam...
tulisan yang sangat panjang,
aku tulis dengan emosi yang menggelora
harapku, seusai aku menuliskannya
aku merasa lega...
dan pagi ini, kembali aku merasakan ada sesuatu yang harus aku ceritakan
ku rasakan cintaMu
aku tulis tanpa airmata,
hanya dengan emosi yang dalam
di pagi yang berembun dan dingin
tapi sayangnya, lagi-lagi tak sempat terpublish
bahkan aku lupa kata demi kata yang aku tulis
ah biarlah...
mungkin Tuhan hanya ingin menunjukkan bahwa sebenarnya memory otak tak mampu mengingat setiap kenangan
yang hadir satu per satu, hilir mudik dengan ributnya
dan mungkin saja
Tuhan tak ingin otak begitu kuat merekam percakapan mesra yang sempat terjadi
beberapa saat lalu
Tuhan, aku hanya ingin cintaMu sekarang
dan semua yang pernah terjadi dulu
hanya bernama kenangan...
dalam pelukan embun
masih belum membeku
bau anyirnya masih terasa menusuk hidungku
ku kira aku sudah mati
karena aku sempat melihat sekujur tubuhku bermandikan darah
dan jiwaku terhempas, seperti terlepas dari raganya
aku buka mataku
telingaku mendengar suaraMu memanggil
dingin terasa masuk hingga tulang-tulangku
ku gerakkan semua persendianku, ngilu...
airmata telah mengering di sudut mataku
kepalaku terasa berat, pening
aku masih mendengar suaraMu memanggil
begitu lembut, begitu merdu, dan begitu syahdu
aku masih terus berjuang untuk bergerak
menyambut panggilanMu dalam ketidakberdayaanku
dalam pelukan embun,
aku bersujud padaMu...
Luka
kamu tau betapa aku sangat takut dengan darah
selama ini, kau obati setiap luka hingga aku tak bisa melihat darah
katamu, "semua akan baik-baik saja
tidak ada luka, apalagi darah"
dan saat aku bertanya dengan sangat cemas,
"bagaimana jika aku terluka lagi?"
lalu jawabmu, "tidak akan mungkin...
kalaupun itu mungkin, ada aku yang tak pernah izinkan kau terluka lagi"
sebilah pedang
tajam
dan berkilat
menebas leherku
darah.........
aku tau itu darahku....
memuncrat ke semua arah
tepat di depan mataku
tak terelakkan
wajah dingin itu milikmu
aku tau itu
karena aku
sempat melihatnya dengan kesadaran yang tak lagi penuh
By Triana Nurul Hasanah · Thursday, June 23, 2011
By Triana Nurul Hasanah · Thursday, June 23, 2011
Langganan:
Komentar (Atom)