Jumat, 23 September 2011

Maria


namanya maria. seorang gadis yang tidak terlalu cantik, tapi menurut banyak lelaki dia menarik. sudah satu tahun dia bertunangan dengan seorang dokter muda. namun, jarak yang memisahkan mereka membuat hubungan mereka tidak baik.  Frans, tunangannya, baru saja ketahuan berselingkuh dengan livia. tapi maria hanya diam. pikirnya, mungkin Frans khilaf dan itu memang salahnya, karena dia tak ada disisi frans.
hari ini, maria dan kawan-kawannya mengikuti studytour. tidak seperti studytour biasanya yang hanya diikuti oleh satu fakultas saja, tapi kali ini semua fakultas dari universitas ikut serta. maria terlihat sibuk mondar-mandir mengatur kawan-kawannya. ya tentu saja! maria adalah koordinator dari fakultasnya.
“maria?” tanya seseorang berbadan jangkung dan sama sekali tidak atletis.
“iya, ada apa?”
“aku ardy, koordinator dari teknik. hukum dan teknik jadi satu bus.”katanya
“ooh…baiklah…aku akan cek lagi” sahut maria
itu adalah pembicaraan awal maria dengan si cowo jangkung bernama ardy. “teknik” maria menggumam….
***
sepanjang perjalanan maria mengobrol dengan ardy. ada banyak hal yang mereka bicarakan. dan mata maria selalu berbinar setiap kali ardy bercerita tentang pertambangan. tanpa maria sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kedekatan itu. Daniel. cowo berperawakan atletis itu begitu memperhatikan maria. dan maria sungguh tak pernah menyadari kehadirannya, hingga suatu hari maria terpaksa hanya berdua dengan Daniel. diluar dugaan maria, daniel yang terlihat angker itu bahkan membuat maria tertawa terpingkal-pingkal. dan kedekatan mereka semakin terlihat jelas bahkan hingga acara study tour ini selesai. maria merasa aman dan nyaman dengan Daniel.hanya sebagai teman, karena maria sadar betul, di jarinya sudah ada cincin dari frans.
makin hari, maria makin terlihat dekat dengan Daniel, dan frans, sepertinya sudah tidak peduli lagi dengan maria. hingga awal maret, mereka memutuskan untuk putus. tanpa diketahui keluarga. frans bilang, “aku butuh waktu untuk menenangkan hatiku”, dan maria setuju.
“aaah…maria, kau terlalu lemah” kata daniel saat maria menceritakan kejadiannya. maria hanya diam. hampir-hampir dia menangis. “tapi sudahlah maria, kamu lupakan saja. saat ini kau bersamaku. dan aku takkan pernah izinkan satu orangpun menyakitimu.” sambung daniel sembari mengusap kepala maria. dan maria hanya diam.
“maria, aku tak suka lihat kau bersedih. ayo, aku ajak kau jalan-jalan. aku ingin kau seceria dulu” kata daniel suatu hari. “baiklah, aku juga tak ingin bersedih lama-lama” jawab maria. sepanjang jalan mereka bercanda. menyusuri jalan-jalan yang tidak biasa maria lalui. “aah daniel, terimakasih”, gumam maria.
tak lama dari itu, mereka berpacaran. entah siapa yang memulai duluan, tapi toh keduanya sepakat. dan hari-hari maria selalu ceria. daniel selalu saja membuat maria bahagia. dan maria merasa, daniel adalah seseorang yang dikirim Tuhan untuknya. daniel begitu mencintainya. itu yang dirasakan maria. bahkan, kawan maria yang hampir selalu sinis memandang suatu hubungan mengatakan kalau daniel begitu tulus mencintai maria.
tapi ternyata, kehidupan memang terkadang berjalan tidak seperti apa yang diharapkan. hanya 3 bulan kebahagiaan itu terjadi. daniel rupanya berbalik arah. entah apa alasannya. maria terlalu bingung untuk bertanya. kemana daniel yang hangat? kemana daniel yang dulu begitu mencintai maria? daniel memang masih menjawab telponnya, tapi sudah tidak sehangat dulu. dan daniel tiba-tiba saja memutuskan hubungan mereka. maria merasa hatinya begitu hancur…
***

kamu tau betapa aku sangat takut dengan darah
selama ini, kau obati setiap luka hingga aku tak bisa melihat darah
katamu, “semua akan baik-baik saja
tidak ada luka, apalagi darah”
dan saat aku bertanya dengan sangat cemas,
“bagaimana jika aku terluka lagi?”
lalu jawabmu, “tidak akan mungkin…
kalaupun itu mungkin, ada aku yang tak pernah izinkan kau terluka lagi”
sebilah pedang
tajam
dan berkilat
menebas leherku
darah………
aku tau itu darahku….
memuncrat ke semua arah
tepat di depan mataku
tak terelakkan
wajah dingin itu milikmu
aku tau itu
karena aku
sempat melihatnya dengan kesadaran yang tak lagi penuh
***
maria menutup buku hariannya. dia begitu lelah. ahh…selama ini maria memang begitu terlena dengan kesenangan dunia. maria merasa daniel adalah penjaganya, penolongnya…tapi ternyata…….

“Tuhan, maafkan aku yang telah berselingkuh dariMu” bisik maria lirih….

2 minggu setelah mereka putus, maria merasa ada hal yang aneh dalam dirinya. sebenarnya dia sudah curiga sejak daniel memutuskannya. tapi maria mencoba untuk mengabaikannya. namun kali ini, maria benar-benar nekat. dia ingin memastikan apakah dugaannya benar atau tidak. ragu-ragu dia ke apotik dan membeli 3 sekaligus testpack dengan merek yang berbeda. sepanjang hari itu maria gelisah. dia tak sabar menunggu pagi.

tubuh maria bergetar hebat saat dia melihat dua garis merah di testpacknya. dia menggeleng-gelengkan kepalanya. sungguh tidak percaya. bagaimana mungkin ini bisa terjadi. kenapa???kenapa???? perasaannya kacau. dia sungguh tidak menyangka bahwa Tuhan menghukum dia dengan cara seperti ini. tangan maria dingin. dan tangisnya pecah.

sudah tiga kali dalam tiga hari maria melakukan test yang sama. dan hasilnya sama. dan ini adalah keempat kalinya maria melakukan test. hasilnya pun sama. maria semakin yakin, di rahimnya ada janin daniel yang sedang tumbuh. dengan tangan yang bergetar, maria meng’sms daniel

ada cinta yang sedang tumbuh bersamaku.aku tau, kau tak pernah menginginkannya.maaf aku juga tak sanggup menanggung ini sendirian. jadi lebih baik, aku lenyapkan saja.

send

lama maria menunggu balasan, tapi daniel tak membalas. sudahlah..maria tak ingin berhubungan dengan lelaki itu lagi. tekadnya sudah bulat, janin ini harus digugurkan sebelum besar.

***


hari-hari maria semakin tidak tenang. aborsi. maria memang harus melakukannya jika tak ingin keluarga besarnya mengamuk. tapi, semakin hari maria justru semakin tak tega dengan janin ini. akhirnya maria menelpon daniel. dia harus tau! begitu pikir maria…
tuut….tuuuut……
telpon tersambung, hati maria dag dig dug tak karuan
“halooo” suara diseberang sana…ketus!
“daniel…ada yang ingin aku sampaikan padamu….” suara maria bergetar…hampir-hampir dia menangis
“apa???” desak daniel, jengah!
“aku………….aku…………………..” maria tak sanggup melanjutkan kata-katanya…dan telpon terputus begitu saja.
lalu dengan jemari yang bergetar, maria menulis sms
aku hamil
send
beberapa menit kemudian ada balasan dari daniel
sama siapa?
maria terkejut. apa yang ada dipikiran daniel. tentu saja dengannya! bedebah…cowo brengsek!! umpat maria.
tentu saja denganmu
send
lama maria menunggu balasan. daniel tak membalas lagi. dan maria menelponnya.
“gugurkan saja!” kata daniel ketus diseberang sana. maria menangis. “tidak! aku ingin kita bertemu” jawab maria dengan suara bergetar. “okee…besok jam 2 kita ketemu”
semalaman maria menangis. dia sempat kedokter kandungan sore sebelumnya. dan benar. usia janinnya sudah 5 minggu. masih teringat jelas dalam benak maria, bagaimana dia pertama kali melakukannya dengan daniel. dan dia begitu percaya padanya. “ah….maria…bodohnya kau!!!” umpatnya dalam hati.
***

maria mondar-mandir di depan kos daniel. kawannya bilang, daniel ada praktikum hari ini. ahh..tega sekali dia. maria gelisah. hp daniel tidak aktif. kawannya meminta maria masuk dan duduk, tapi maria enggan masuk ke kos itu.
sudah setengah jam maria menunggu daniel. hampir putus asa saat dia melihat daniel dan motor besarnya itu datang dari arah kanan. “maaf lama, aku ada praktikum dan gak sempat kasih tau kamu” kata daniel dingin. maria membisu. dadanya berdegup kencang. setelah memarkir motornya, daniel duduk di teras kos, dan maria mengikuti. saat maria mendekat, daniel menjauh. seolah maria adalah virus sehingga daniel tak mau dekat-dekat. maria menghela nafas. matanya berkaca-kaca….”daniel………aku hamil…anakmu...”kata maria lirih. daniel hanya terdiam. pandangannya kosong. mungkin dia sama bingungnya dengan maria, tapi daniel tetaplah daniel, dengan ketus dia berkata, “gugurkan saja! aku gak sanggup. dan aku gak mau menikah denganmu”
maria terkejut. dia memang tidak ingin menikah cepat-cepat. dia juga tidak ingin bayi ini. tapi nyatanya, dia sudah terlanjur hamil dan itu karena daniel. tapi ternyata, daniel tak ingin tanggung jawab. hati maria sakit. lebih sakit dari sebelumnya. dia menangis. ingin dia mengumpat daniel, tapi tak bisa….
“tapi daniel….aku tak ingin melakukannya..aku menyayangi anak ini” kata maria.
“baik kalau itu maumu. terserah padamu. yang pasti aku tidak ingin  menikah denganmu. lebih baik aku mati daripada aku harus menikah denganmu” jawab daniel ketus. dan berlalu meninggalkan maria.
Matanya berkaca-kaca...“apa maksudmu daniel????” teriak maria. tapi daniel tak menghiraukannya.
***


uang dua juta sudah ada ditangan maria. daniel bilang dia harus menurut kata-kata daniel. gugurkan saja anak itu, dan urusan selesai. tapi biaya untuk menggugurkan kandungan tidak semurah itu. dan daniel hanya sanggup memberinya dua juta.
hati maria terluka. dia mengutuk diri dia sendiri. kenapa dia begitu percaya dengan daniel, lelaki yang saat ini menghancurkan masa depannya. lelaki tak bertanggung jawab, yang kini entah berada dimana.
usia kandungan maria sudah berjalan 3 bulan. perutnya sudah mulai membuncit. seperti ibu hamil kebanyakan, maria mengalami mual dan kadang ngidam. sesekali maria masih meng’sms daniel sekedar memberitahu kondisi anaknya. meski maria tau, daniel tak kan membalas.
maria memang sedih dan terluka. maria saat ini menanggung beban itu sendiri. entah bagaimana dia menjalani hari-hari ke depan. dia selalu cemas dan khawatir. hampir setiap hari dia menangis. bingung. maria tidak tau lagi harus berbuat apa. meminta pertanggung jawaban daniel, sudah tak mungkin lagi. berterus terang pada orang tuanya, aaah……lebih baik mati daripada melakukan hal itu. dan untuk menggugurkan, janinnya sudah terlalu besar.
lalu sekarang, apa yang harus maria lakukan???adakah yang bisa membantu maria????
***

Daniel terdiam. Pikirannya tak karuan. Maria…benarkah kamu hamil??bagaimana mungkin??tapi daniel dengan jelas melihat hasilnya. dua garis merah pada testpack yang ditunjukkan maria saat itu…. Ahh..ingin rasanya daniel mengutuk dirinya…apa kabarnya maria sekarang?? Sudah 3 bulan lebih maria tidak menghubunginya lagi. Daniel memang selalu benci pada maria yang selalu meng’smsin nya..menyapanya dengan sebutan ayah…dan menyebut anak yang ada di rahimnya adek. Daniel benci..daniel begitu membenci panggilan itu…tapi, jauh di lubuk hatinya daniel kasihan pada maria. Daniel sayang pada anak yang ada di rahim maria. Daniel merasa begitu bersalah. Dan daniel, membenci dirinya sendiri….dan kini daniel begitu kehilangan. Seperti ada ruang kosong dalam hatinya…..
Daniel merenung di dalam kamar kosnya yang baru. Memang sudah hampir 3 bulan daniel pindah dari kos dia yang lama. Daniel tidak ingin maria menemukannya. tapi kini, malah dia yang merindukan maria. Ah…merindukan???TIDAK!!! daniel hanya ingin tau kabar anak yang ada di rahim maria. Sudah tidak ada lagi cinta untuk maria…daniel sudah tidak ingin lagi bertemu maria…
“aku dan anak ini satu paket.” Kata maria sembari terisak. “aku memang begitu gamang untuk melahirkannya, tapi aku tidak bisa membunuhnya.”
Daniel menghembuskan nafas. Sudah dua bungkus rokok dihabiskannya. Dan pikirannya kosong….
Malam ini, lagi-lagi daniel pergi ke klub malam. Sejak dia sudah tidak bersama maria, daniel memang lebih suka menghabiskan waktu bersama teman-teman di klub malam. Dan kali ini dia tidak sendiri. Ada chintya yang jauh lebih seksi dan cantik dari maria yang menemaninya.
“dandy…kamu kenapa diam?” tanya chintya dengan suaranya yang serak.
Daniel hanya menoleh sesaat, dan kembali menghisap rokoknya. Chintya tersenyum…”masih kepikiran maria??? wanita murahan itu???” kata chintya. “ tutup mulutmu!!! Dia bukan wanita murahan!!!” bentak daniel. Lalu dia berlalu pergi….
“ahh…maria…maria….kamu dimana????” tanya daniel pada dirinya sendiri. Dia mencoba menghubungi maria, tapi nomornya sudah tak aktif. berkali-kali daniel menghubungi ponsel maria, dan jawabannya selalu sama, tidak aktif!!
***
Daniel masih tertidur saat sang mama masuk ke kamarnya. wanita ayu itu memandangi anak sulungnya di depan pintu, dan kemudian berjalan mendekat. diusapnya kepala daniel dengan lembut. “maria….”suara daniel serak, mengigau. sang mama menghentikan belaiannya. “daniel….” katanya lembut. daniel terbangun…”mama” katanya, matanya mengerjap-ngerjap…persis seperti daniel ketika kecil. wanita ayu itu tersenyum, dan disentilnya hidung daniel yang bangir…”bangun…sudah siang. nanti bantu mama ke toko yah”. daniel mengangguk.
suasana toko yang ramai membuat daniel melupakan maria. terlebih ada Roso, teman dekatnya sejak kecil dan kini membantu mama daniel menjaga toko. lama daniel tak pulang ke rumah, jadi daniel cukup menikmati hari-harinya di rumah bersama mama. mengantar sang mama ke toko, mengecek barang-barang dagangan bersama roso, dan sesekali bermain bola di lapangan kompleks. daniel senang, meski hatinya tak pernah tenang, perasaan bersalah menghantuinya setiap saat.
“iel…….iel………..” teriak seorang wanita. daniel terkejut, hanya yeni yang memanggilnya begitu. sahabatnya yang cantik itu kini berlari-lari ke arahnya. wajahnya memerah karena kepanasan. tapi dia tetap saja cantik….daniel tersenyum kikuk saat yeni menyalaminya. “iel..kamu lama sekali tak pulang, aku merindukanmu” katanya tanpa basa-basi. dada daniel berdesir..”merindukannya??”. diam-diam sejak dulu daniel memang mencintai yeni, tapi perbedaan diantara mereka lah yang membuat mereka tidak berpacaran dan memilih untuk tetap bersahabat.
“daniel, ayo kita ngobrol. sudah lama aku tak ngobrol denganmu” ajak yeni. dia memang tak pernah berubah, selalu saja ceria. “oke..ayo…” sahut daniel.
hampir setengah jam mereka mengobrol di coffee shop tempat favorit mereka dulu. yeni bercerita tentang banyak hal, cewe yang satu ini memang tak pernah habis untuk bercerita. mungkin baterainya baru di cas. batin daniel. “eh…kamu kok ngelamun sih..kenapa?” tanya yeni..”kamu pacaran sama siapa sekarang??”
“pacaran???? ahh..engga..aku lagi males pacaran.” sahut daniel…yeni tertawa….”ah engga percaya…anak kayak kamu engga mungkin engga punya pacar…”katanya. “kalau engga percaya ya udah….terserah…”sahut daniel. “sudah yuk kita pulang.”ajaknya.
***
iel, aku butuh kamu. ketemu di cofee shop seperti biasa jam 10 pagi ini yah. aku tunggu.
sms dari yeni baru daniel baca pukul 11. daniel bangun kesiangan karena dini hari tadi dia baru menonton pertandingan sepak bola club jagoannya.
tuut….tuuut………lama telpon tak diangkat, daniel merasa bersalah….
baru setelah daniel menelpon untuk ketiga kalinya, suara yeni terdengar diseberang sana…
“hallo…” sapa yeni..suaranya terdengar serak… “yen..maaf, baru bangun. kamu dimana?kalau kamu tunggu aku 15 menit lagi gak apa kan? aku mandi dulu”
“iya, gak apa. aku masih di coffe shop tunggu kamu”
“oke”
KLIK. telpon di tutup. buru-buru daniel mandi, dan menuju coffe shop.
daniel menemukan yeni dalam keadaan yang jauh berbeda seperti saat pertama mereka bertemu kemarin. wajahnya memang masih cantik. tapi matanya sembab. dan bulir-bulir airmata masih menetes saat daniel mendekat.
“iel….” katanya pilu. daniel bingung. “kenapa?’ tanyanya lirih…. bukannya menjawab, yeni malah semakin menangis. lalu dia mengambil secarik  kertas yang sudah sangat lusuh dari dalam tasnya. sebuah surat. daniel membaca dengan hati-hati….
untuk mas arman,
mas, aku sudah melahirkan bayi kita, dia perempuan mas, dan sangat cantik. hidung dan matanya begitu mirip denganmu. tapi maaf mas, aku tidak bisa membesarkannya. jadi aku serahkan bayi ini padamu. tolong dirawat baik-baik.
linda
daniel memandangi surat itu dengan bingung. kenapa surat ini membuat yeni menangis. arman?linda? siapa mereka???
seperti tau kebingungan daniel, yeni berkata, ” mereka orang tua kandungku. selama ini aku tidak pernah tau kalau aku ini hanya anak angkat” daniel masih berkerut bingung. “pak syahriel, dia bukan papaku, dan ibu laras juga bukan ibu kandungku. aku hanya anak angkat mereka. aku dibuang orangtuaku 22 tahun yang lalu ke panti asuhan kasih ibu. dan aku di angkat oleh keluarga syahriel. aku ini anak haram…aku anak haram..!!!!” tangis yeni pecah lagi, dan daniel terlalu bingung untuk menghentikannya….
“yen…apa kamu sudah mengecek semuanya. bisa saja bayi perempuan itu bukan kamu kan?” kata daniel berusaha menenangkannya. “aku sudah mengecek semuanya daniel…surat ini aku dapat dari ibu pengurus di panti asuhan itu. awalnya aku menemukan surat pengesahan dari pengadilan tentang pengangkatan anak saat aku mencari akta kelahiranku di file dokumen keluarga. dan aku menemukan semua kebenaran ini.” kata yeni lirih dengan diiringi isak tangis…”aku sakit hati iel…meski aku tau, papa syahriel dan mama laras menyayangi aku. aku sakit hati pada orangtua kandungku..arman..linda…entah dimana mereka sekarang. sungguh, aku kecewa dengan perlakuan mereka………”
kata-kata yeni menampar hati daniel. kecewa..dengan orangtua kandungnya???? maria…….maria……..lagi-lagi daniel teringat pada maria..dan anak yang sedang dikandungnya. mungkinkah maria akan menyerahkan bayi itu padanya setelah melahirkan nanti? ataukah malah maria sudah menggugurkan bayi itu seperti sarannya tempo hari. atau………….
daniel tidak mau anaknya kecewa padanya. daniel tidak mau menjadi orangtua yang dibenci oleh anaknya sendiri. daniel sayang pada anaknya. tanpa menghiraukan yeni yang masih bersedih, daniel pamit pada yeni. dan dia bergegas pergi. dia harus mencari maria, dan dia harus menemukannya…..harus!!!
***
sudah dapat diduga, dan seharusnya memang sudah patut diduga sebelumnya, Maria tidak dapat lagi menyembunyikan kehamilannya dari anggota keluarganya. kecurigaan orangtuanya akan gendutnya perut maria terbongkar sudah. semalam, ayah maria kalap, dia membentak-bentak anaknya dan menghajarnya habis-habisan, dan ibu maria menangis menjerit-jerit. tak pelak lagi, maria diusir dari rumah. dan maria tidak mengiba, stelah kata-kata, “pergi kau dari rumahku, dan jangan pernah kembali lagi” terlontar dari mulut ayahnya, maria melangkah pergi, tanpa membawa apapun dari rumah. bahkan handphone dan dompetpun tidak. maria pergi, dengan airmata yang meleleh perlahan.
hari sudah begitu larut. maria merasa begitu lelah, tapi dia tak menghentikan langkahnya. pikirannya melayang-layang. dia menyesal telah melakukan tindakan seceroboh itu. wajah daniel terlintas sejenak, namun kemudian sosok ayahnya yang murka dan ibunya yang menangis meraung-raung berkelebat dipikirannya. maria menangis, dan dia membiarkan pandangannya memburam oleh airmatanya sendiri. dielusnya perutnya yang sudah membuncit. bayi di dalam rahimnya tampak tenang, mungkin dia tertidur meringkuk di dalam rahimnya. maria menghela nafas. sekuat tenaga maria menegarkan dirinya. menahan semua rasa sakitnya.  memang tidak mudah untuknya. hanya kasih Tuhan lah yang membuat dia tegar. membuat dia bertahan, meski malam ini, dia merasa semuanya hancur..lebih hancur dari sebelumnya….
maria terus melangkah meski dinginnya malam menusuk tulang-tulangnya. airmatanya terus mengalir. “ampuni aku Tuhan…ampuni aku Tuhan….” bisik maria pelan….hanya itu yang terus diucapkan maria….hatinya terasa begitu sakit, dadanya sesak….airmatanya tak berhenti mengalir….bahkan semakin deras………..
***
bunyi klakson panjang kereta api terdengar begitu memekakkan telinga di pagi yang begitu dingin. sorot lampu dari kereta begitu menyilaukan….maria begitu terkejut, namun dia tak mampu mengelak lagi, kereta itu begitu cepat melaju, kaki maria mendadak lemas, lemah dan tak mampu bergerak…..
“mariaaaaaaaaaaaaaaaa………………..” suara yang begitu dikenalnya. daniel….benarkah itu daniel…apakah itu hanya imajinasinya???????
sesaat maria menoleh, terlihat lelaki bertubuh atletis itu berlari sekuat tenaga mengejar maria, tangannya hendak menyambar maria….hampir….hampir sampai………..daniel behasil meraih tubuh maria……….
nggguuuuuuuuuuuuuuung………………ttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttt………………………………..
dan teriakan membahana di udara………….semua penumpang di dalam kereta itu menjerit………
###

semua terjadi begitu cepat. meski daniel sempat meraih tubuh maria dan memeluknya, namun kereta itu lebih cepat, dan menyambar tubuh keduanya….daniel masih tetap memeluk maria, mereka terpelanting, terhempas keudara, dan terjatuh dengan lumuran darah disekujur tubuh mereka. maria sempat membuka mata,  sesungging senyum sempat menghiasi bibirnya. daniel meraih tangan maria, diremasnya jemari maria dengan mesra, sama ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih. “maafkan aku maria” bisik daniel lirih. maria mengedipkan mata, daniel tersenyum lega. dan keduanya menutup mata untuk selamanya…..

selesai

26 agustus 2011 dan 3 september 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar