namanya
maria. seorang gadis yang tidak terlalu cantik, tapi menurut banyak lelaki dia
menarik. sudah satu tahun dia bertunangan dengan seorang dokter muda. namun,
jarak yang memisahkan mereka membuat hubungan mereka tidak baik. Frans,
tunangannya, baru saja ketahuan berselingkuh dengan livia. tapi maria hanya
diam. pikirnya, mungkin Frans khilaf dan itu memang salahnya, karena dia tak
ada disisi frans.
hari
ini, maria dan kawan-kawannya mengikuti studytour. tidak seperti studytour
biasanya yang hanya diikuti oleh satu fakultas saja, tapi kali ini semua
fakultas dari universitas ikut serta. maria terlihat sibuk mondar-mandir
mengatur kawan-kawannya. ya tentu saja! maria adalah koordinator dari
fakultasnya.
“maria?”
tanya seseorang berbadan jangkung dan sama sekali tidak atletis.
“iya,
ada apa?”
“aku
ardy, koordinator dari teknik. hukum dan teknik jadi satu bus.”katanya
“ooh…baiklah…aku
akan cek lagi” sahut maria
itu
adalah pembicaraan awal maria dengan si cowo jangkung bernama ardy. “teknik”
maria menggumam….
***
sepanjang
perjalanan maria mengobrol dengan ardy. ada banyak hal yang mereka bicarakan.
dan mata maria selalu berbinar setiap kali ardy bercerita tentang pertambangan.
tanpa maria sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kedekatan itu. Daniel.
cowo berperawakan atletis itu begitu memperhatikan maria. dan maria sungguh tak
pernah menyadari kehadirannya, hingga suatu hari maria terpaksa hanya berdua
dengan Daniel. diluar dugaan maria, daniel yang terlihat angker itu bahkan
membuat maria tertawa terpingkal-pingkal. dan kedekatan mereka semakin terlihat
jelas bahkan hingga acara study tour ini selesai. maria merasa aman dan nyaman
dengan Daniel.hanya sebagai teman, karena maria sadar betul, di jarinya sudah
ada cincin dari frans.
makin
hari, maria makin terlihat dekat dengan Daniel, dan frans, sepertinya sudah tidak
peduli lagi dengan maria. hingga awal maret, mereka memutuskan untuk putus.
tanpa diketahui keluarga. frans bilang, “aku butuh waktu untuk menenangkan
hatiku”, dan maria setuju.
“aaah…maria,
kau terlalu lemah” kata daniel saat maria menceritakan kejadiannya. maria hanya
diam. hampir-hampir dia menangis. “tapi sudahlah maria, kamu lupakan saja. saat
ini kau bersamaku. dan aku takkan pernah izinkan satu orangpun menyakitimu.”
sambung daniel sembari mengusap kepala maria. dan maria hanya diam.
“maria,
aku tak suka lihat kau bersedih. ayo, aku ajak kau jalan-jalan. aku ingin kau
seceria dulu” kata daniel suatu hari. “baiklah, aku juga tak ingin bersedih
lama-lama” jawab maria. sepanjang jalan mereka bercanda. menyusuri jalan-jalan
yang tidak biasa maria lalui. “aah daniel, terimakasih”, gumam maria.
tak
lama dari itu, mereka berpacaran. entah siapa yang memulai duluan, tapi toh
keduanya sepakat. dan hari-hari maria selalu ceria. daniel selalu saja membuat
maria bahagia. dan maria merasa, daniel adalah seseorang yang dikirim Tuhan
untuknya. daniel begitu mencintainya. itu yang dirasakan maria. bahkan, kawan
maria yang hampir selalu sinis memandang suatu hubungan mengatakan kalau daniel
begitu tulus mencintai maria.
tapi
ternyata, kehidupan memang terkadang berjalan tidak seperti apa yang
diharapkan. hanya 3 bulan kebahagiaan itu terjadi. daniel rupanya berbalik
arah. entah apa alasannya. maria terlalu bingung untuk bertanya. kemana daniel
yang hangat? kemana daniel yang dulu begitu mencintai maria? daniel memang
masih menjawab telponnya, tapi sudah tidak sehangat dulu. dan daniel tiba-tiba
saja memutuskan hubungan mereka. maria merasa hatinya begitu hancur…
***
kamu tau betapa aku
sangat takut dengan darah
selama ini, kau obati
setiap luka hingga aku tak bisa melihat darah
katamu, “semua akan
baik-baik saja
tidak ada luka, apalagi
darah”
dan saat aku bertanya
dengan sangat cemas,
“bagaimana jika aku
terluka lagi?”
lalu jawabmu, “tidak
akan mungkin…
kalaupun itu mungkin,
ada aku yang tak pernah izinkan kau terluka lagi”
sebilah pedang
tajam
dan berkilat
menebas leherku
darah………
aku tau itu darahku….
memuncrat ke semua arah
tepat di depan mataku
tak terelakkan
wajah dingin itu milikmu
aku tau itu
karena aku
sempat melihatnya dengan
kesadaran yang tak lagi penuh
***
maria menutup buku hariannya. dia begitu lelah. ahh…selama ini maria memang
begitu terlena dengan kesenangan dunia. maria merasa daniel adalah penjaganya,
penolongnya…tapi ternyata…….
“Tuhan, maafkan aku yang telah berselingkuh dariMu” bisik maria lirih….
2 minggu setelah mereka putus, maria merasa ada hal yang aneh dalam
dirinya. sebenarnya dia sudah curiga sejak daniel memutuskannya. tapi maria
mencoba untuk mengabaikannya. namun kali ini, maria benar-benar nekat. dia
ingin memastikan apakah dugaannya benar atau tidak. ragu-ragu dia ke apotik dan
membeli 3 sekaligus testpack dengan merek yang berbeda. sepanjang hari itu
maria gelisah. dia tak sabar menunggu pagi.
tubuh maria bergetar hebat saat dia melihat dua garis merah di testpacknya.
dia menggeleng-gelengkan kepalanya. sungguh tidak percaya. bagaimana mungkin
ini bisa terjadi. kenapa???kenapa???? perasaannya kacau. dia sungguh tidak
menyangka bahwa Tuhan menghukum dia dengan cara seperti ini. tangan maria
dingin. dan tangisnya pecah.
sudah tiga kali dalam tiga hari maria melakukan test yang sama. dan
hasilnya sama. dan ini adalah keempat kalinya maria melakukan test. hasilnya pun
sama. maria semakin yakin, di rahimnya ada janin daniel yang sedang tumbuh.
dengan tangan yang bergetar, maria meng’sms daniel
ada cinta yang sedang tumbuh bersamaku.aku tau, kau tak pernah
menginginkannya.maaf aku juga tak sanggup menanggung ini sendirian. jadi lebih
baik, aku lenyapkan saja.
send
lama maria menunggu balasan, tapi daniel tak membalas. sudahlah..maria tak
ingin berhubungan dengan lelaki itu lagi. tekadnya sudah bulat, janin ini harus
digugurkan sebelum besar.
***
hari-hari
maria semakin tidak tenang. aborsi. maria memang harus melakukannya jika tak
ingin keluarga besarnya mengamuk. tapi, semakin hari maria justru semakin tak
tega dengan janin ini. akhirnya maria menelpon daniel. dia harus tau! begitu
pikir maria…
tuut….tuuuut……
telpon
tersambung, hati maria dag dig dug tak karuan
“halooo”
suara diseberang sana…ketus!
“daniel…ada
yang ingin aku sampaikan padamu….” suara maria bergetar…hampir-hampir dia
menangis
“apa???”
desak daniel, jengah!
“aku………….aku…………………..”
maria tak sanggup melanjutkan kata-katanya…dan telpon terputus begitu saja.
lalu
dengan jemari yang bergetar, maria menulis sms
aku
hamil
send
beberapa
menit kemudian ada balasan dari daniel
sama
siapa?
maria
terkejut. apa yang ada dipikiran daniel. tentu saja dengannya! bedebah…cowo
brengsek!! umpat maria.
tentu
saja denganmu
send
lama
maria menunggu balasan. daniel tak membalas lagi. dan maria menelponnya.
“gugurkan
saja!” kata daniel ketus diseberang sana. maria menangis. “tidak! aku ingin
kita bertemu” jawab maria dengan suara bergetar. “okee…besok jam 2 kita ketemu”
semalaman
maria menangis. dia sempat kedokter kandungan sore sebelumnya. dan benar. usia
janinnya sudah 5 minggu. masih teringat jelas dalam benak maria, bagaimana dia
pertama kali melakukannya dengan daniel. dan dia begitu percaya padanya. “ah….maria…bodohnya
kau!!!” umpatnya dalam hati.
***
maria
mondar-mandir di depan kos daniel. kawannya bilang, daniel ada praktikum hari
ini. ahh..tega sekali dia. maria gelisah. hp daniel tidak aktif. kawannya
meminta maria masuk dan duduk, tapi maria enggan masuk ke kos itu.
sudah
setengah jam maria menunggu daniel. hampir putus asa saat dia melihat daniel
dan motor besarnya itu datang dari arah kanan. “maaf lama, aku ada praktikum
dan gak sempat kasih tau kamu” kata daniel dingin. maria membisu. dadanya
berdegup kencang. setelah memarkir motornya, daniel duduk di teras kos, dan
maria mengikuti. saat maria mendekat, daniel menjauh. seolah maria adalah virus
sehingga daniel tak mau dekat-dekat. maria menghela nafas. matanya
berkaca-kaca….”daniel………aku hamil…anakmu...”kata maria lirih. daniel hanya
terdiam. pandangannya kosong. mungkin dia sama bingungnya dengan maria, tapi
daniel tetaplah daniel, dengan ketus dia berkata, “gugurkan saja! aku gak
sanggup. dan aku gak mau menikah denganmu”
maria terkejut.
dia memang tidak ingin menikah cepat-cepat. dia juga tidak ingin bayi ini. tapi
nyatanya, dia sudah terlanjur hamil dan itu karena daniel. tapi ternyata,
daniel tak ingin tanggung jawab. hati maria sakit. lebih sakit dari sebelumnya.
dia menangis. ingin dia mengumpat daniel, tapi tak bisa….
“tapi
daniel….aku tak ingin melakukannya..aku menyayangi anak ini” kata maria.
“baik
kalau itu maumu. terserah padamu. yang pasti aku tidak ingin menikah
denganmu. lebih baik aku mati daripada aku harus menikah denganmu” jawab daniel
ketus. dan berlalu meninggalkan maria.
Matanya
berkaca-kaca...“apa maksudmu daniel????” teriak maria. tapi daniel tak
menghiraukannya.
***
uang
dua juta sudah ada ditangan maria. daniel bilang dia harus menurut kata-kata daniel.
gugurkan saja anak itu, dan urusan selesai. tapi biaya untuk menggugurkan
kandungan tidak semurah itu. dan daniel hanya sanggup memberinya dua juta.
hati
maria terluka. dia mengutuk diri dia sendiri. kenapa dia begitu percaya dengan
daniel, lelaki yang saat ini menghancurkan masa depannya. lelaki tak
bertanggung jawab, yang kini entah berada dimana.
usia
kandungan maria sudah berjalan 3 bulan. perutnya sudah mulai membuncit. seperti
ibu hamil kebanyakan, maria mengalami mual dan kadang ngidam. sesekali maria
masih meng’sms daniel sekedar memberitahu kondisi anaknya. meski maria tau,
daniel tak kan membalas.
maria
memang sedih dan terluka. maria saat ini menanggung beban itu sendiri. entah
bagaimana dia menjalani hari-hari ke depan. dia selalu cemas dan khawatir.
hampir setiap hari dia menangis. bingung. maria tidak tau lagi harus berbuat
apa. meminta pertanggung jawaban daniel, sudah tak mungkin lagi. berterus
terang pada orang tuanya, aaah……lebih baik mati daripada melakukan hal itu. dan
untuk menggugurkan, janinnya sudah terlalu besar.
lalu
sekarang, apa yang harus maria lakukan???adakah yang bisa membantu maria????
***
Daniel terdiam. Pikirannya tak karuan.
Maria…benarkah kamu hamil??bagaimana mungkin??tapi daniel dengan jelas melihat
hasilnya. dua garis merah pada testpack yang ditunjukkan maria saat itu….
Ahh..ingin rasanya daniel mengutuk dirinya…apa kabarnya maria sekarang?? Sudah
3 bulan lebih maria tidak menghubunginya lagi. Daniel memang selalu benci pada
maria yang selalu meng’smsin nya..menyapanya dengan sebutan ayah…dan menyebut
anak yang ada di rahimnya adek. Daniel benci..daniel begitu membenci panggilan
itu…tapi, jauh di lubuk hatinya daniel kasihan pada maria. Daniel sayang pada
anak yang ada di rahim maria. Daniel merasa begitu bersalah. Dan daniel,
membenci dirinya sendiri….dan kini daniel begitu kehilangan. Seperti ada ruang
kosong dalam hatinya…..
Daniel merenung di dalam kamar kosnya yang
baru. Memang sudah hampir 3 bulan daniel pindah dari kos dia yang lama. Daniel
tidak ingin maria menemukannya. tapi kini, malah dia yang merindukan maria.
Ah…merindukan???TIDAK!!! daniel hanya ingin tau kabar anak yang ada di rahim
maria. Sudah tidak ada lagi cinta untuk maria…daniel sudah tidak ingin lagi
bertemu maria…
“aku dan anak ini satu paket.” Kata maria
sembari terisak. “aku memang begitu gamang untuk melahirkannya, tapi aku tidak
bisa membunuhnya.”
Daniel menghembuskan nafas. Sudah dua
bungkus rokok dihabiskannya. Dan pikirannya kosong….
Malam ini, lagi-lagi daniel pergi ke klub
malam. Sejak dia sudah tidak bersama maria, daniel memang lebih suka
menghabiskan waktu bersama teman-teman di klub malam. Dan kali ini dia tidak
sendiri. Ada chintya yang jauh lebih seksi dan cantik dari maria yang
menemaninya.
“dandy…kamu kenapa diam?” tanya chintya
dengan suaranya yang serak.
Daniel hanya menoleh sesaat, dan kembali
menghisap rokoknya. Chintya tersenyum…”masih kepikiran maria??? wanita murahan
itu???” kata chintya. “ tutup mulutmu!!! Dia bukan wanita murahan!!!” bentak
daniel. Lalu dia berlalu pergi….
“ahh…maria…maria….kamu dimana????” tanya
daniel pada dirinya sendiri. Dia mencoba menghubungi maria, tapi nomornya sudah
tak aktif. berkali-kali daniel menghubungi ponsel maria, dan jawabannya selalu
sama, tidak aktif!!
***
Daniel
masih tertidur saat sang mama masuk ke kamarnya. wanita ayu itu memandangi anak
sulungnya di depan pintu, dan kemudian berjalan mendekat. diusapnya kepala
daniel dengan lembut. “maria….”suara daniel serak, mengigau. sang mama
menghentikan belaiannya. “daniel….” katanya lembut. daniel terbangun…”mama”
katanya, matanya mengerjap-ngerjap…persis seperti daniel ketika kecil. wanita
ayu itu tersenyum, dan disentilnya hidung daniel yang bangir…”bangun…sudah
siang. nanti bantu mama ke toko yah”. daniel mengangguk.
suasana
toko yang ramai membuat daniel melupakan maria. terlebih ada Roso, teman
dekatnya sejak kecil dan kini membantu mama daniel menjaga toko. lama daniel
tak pulang ke rumah, jadi daniel cukup menikmati hari-harinya di rumah bersama
mama. mengantar sang mama ke toko, mengecek barang-barang dagangan bersama
roso, dan sesekali bermain bola di lapangan kompleks. daniel senang, meski
hatinya tak pernah tenang, perasaan bersalah menghantuinya setiap saat.
“iel…….iel………..”
teriak seorang wanita. daniel terkejut, hanya yeni yang memanggilnya begitu.
sahabatnya yang cantik itu kini berlari-lari ke arahnya. wajahnya memerah
karena kepanasan. tapi dia tetap saja cantik….daniel tersenyum kikuk saat yeni
menyalaminya. “iel..kamu lama sekali tak pulang, aku merindukanmu” katanya
tanpa basa-basi. dada daniel berdesir..”merindukannya??”. diam-diam sejak dulu
daniel memang mencintai yeni, tapi perbedaan diantara mereka lah yang membuat
mereka tidak berpacaran dan memilih untuk tetap bersahabat.
“daniel,
ayo kita ngobrol. sudah lama aku tak ngobrol denganmu” ajak yeni. dia memang
tak pernah berubah, selalu saja ceria. “oke..ayo…” sahut daniel.
hampir
setengah jam mereka mengobrol di coffee shop tempat favorit mereka dulu. yeni
bercerita tentang banyak hal, cewe yang satu ini memang tak pernah habis untuk
bercerita. mungkin baterainya baru di cas. batin daniel. “eh…kamu kok ngelamun
sih..kenapa?” tanya yeni..”kamu pacaran sama siapa sekarang??”
“pacaran????
ahh..engga..aku lagi males pacaran.” sahut daniel…yeni tertawa….”ah engga
percaya…anak kayak kamu engga mungkin engga punya pacar…”katanya. “kalau engga
percaya ya udah….terserah…”sahut daniel. “sudah yuk kita pulang.”ajaknya.
***
iel,
aku butuh kamu. ketemu di cofee shop seperti biasa jam 10 pagi ini yah. aku
tunggu.
sms
dari yeni baru daniel baca pukul 11. daniel bangun kesiangan karena dini hari
tadi dia baru menonton pertandingan sepak bola club jagoannya.
tuut….tuuut………lama
telpon tak diangkat, daniel merasa bersalah….
baru
setelah daniel menelpon untuk ketiga kalinya, suara yeni terdengar diseberang
sana…
“hallo…”
sapa yeni..suaranya terdengar serak… “yen..maaf, baru bangun. kamu dimana?kalau
kamu tunggu aku 15 menit lagi gak apa kan? aku mandi dulu”
“iya,
gak apa. aku masih di coffe shop tunggu kamu”
“oke”
KLIK.
telpon di tutup. buru-buru daniel mandi, dan menuju coffe shop.
daniel
menemukan yeni dalam keadaan yang jauh berbeda seperti saat pertama mereka
bertemu kemarin. wajahnya memang masih cantik. tapi matanya sembab. dan
bulir-bulir airmata masih menetes saat daniel mendekat.
“iel….”
katanya pilu. daniel bingung. “kenapa?’ tanyanya lirih…. bukannya menjawab,
yeni malah semakin menangis. lalu dia mengambil secarik kertas yang sudah
sangat lusuh dari dalam tasnya. sebuah surat. daniel membaca dengan hati-hati….
untuk
mas arman,
mas,
aku sudah melahirkan bayi kita, dia perempuan mas, dan sangat cantik. hidung
dan matanya begitu mirip denganmu. tapi maaf mas, aku tidak bisa
membesarkannya. jadi aku serahkan bayi ini padamu. tolong dirawat baik-baik.
linda
daniel
memandangi surat itu dengan bingung. kenapa surat ini membuat yeni menangis.
arman?linda? siapa mereka???
seperti
tau kebingungan daniel, yeni berkata, ” mereka orang tua kandungku. selama ini
aku tidak pernah tau kalau aku ini hanya anak angkat” daniel masih berkerut
bingung. “pak syahriel, dia bukan papaku, dan ibu laras juga bukan ibu
kandungku. aku hanya anak angkat mereka. aku dibuang orangtuaku 22 tahun yang
lalu ke panti asuhan kasih ibu. dan aku di angkat oleh keluarga syahriel. aku
ini anak haram…aku anak haram..!!!!” tangis yeni pecah lagi, dan daniel terlalu
bingung untuk menghentikannya….
“yen…apa
kamu sudah mengecek semuanya. bisa saja bayi perempuan itu bukan kamu kan?”
kata daniel berusaha menenangkannya. “aku sudah mengecek semuanya daniel…surat
ini aku dapat dari ibu pengurus di panti asuhan itu. awalnya aku menemukan
surat pengesahan dari pengadilan tentang pengangkatan anak saat aku mencari
akta kelahiranku di file dokumen keluarga. dan aku menemukan semua kebenaran
ini.” kata yeni lirih dengan diiringi isak tangis…”aku sakit hati iel…meski aku
tau, papa syahriel dan mama laras menyayangi aku. aku sakit hati pada orangtua
kandungku..arman..linda…entah dimana mereka sekarang. sungguh, aku kecewa
dengan perlakuan mereka………”
kata-kata
yeni menampar hati daniel. kecewa..dengan orangtua kandungnya????
maria…….maria……..lagi-lagi daniel teringat pada maria..dan anak yang sedang dikandungnya.
mungkinkah maria akan menyerahkan bayi itu padanya setelah melahirkan nanti?
ataukah malah maria sudah menggugurkan bayi itu seperti sarannya tempo hari.
atau………….
daniel
tidak mau anaknya kecewa padanya. daniel tidak mau menjadi orangtua yang dibenci
oleh anaknya sendiri. daniel sayang pada anaknya. tanpa menghiraukan yeni
yang masih bersedih, daniel pamit pada yeni. dan dia bergegas pergi. dia harus
mencari maria, dan dia harus menemukannya…..harus!!!
***
sudah
dapat diduga, dan seharusnya memang sudah patut diduga sebelumnya, Maria tidak
dapat lagi menyembunyikan kehamilannya dari anggota keluarganya. kecurigaan
orangtuanya akan gendutnya perut maria terbongkar sudah. semalam, ayah maria
kalap, dia membentak-bentak anaknya dan menghajarnya habis-habisan, dan ibu
maria menangis menjerit-jerit. tak pelak lagi, maria diusir dari rumah. dan
maria tidak mengiba, stelah kata-kata, “pergi kau dari rumahku, dan jangan
pernah kembali lagi” terlontar dari mulut ayahnya, maria melangkah pergi, tanpa
membawa apapun dari rumah. bahkan handphone dan dompetpun tidak. maria pergi,
dengan airmata yang meleleh perlahan.
hari
sudah begitu larut. maria merasa begitu lelah, tapi dia tak menghentikan
langkahnya. pikirannya melayang-layang. dia menyesal telah melakukan tindakan
seceroboh itu. wajah daniel terlintas sejenak, namun kemudian sosok ayahnya
yang murka dan ibunya yang menangis meraung-raung berkelebat dipikirannya.
maria menangis, dan dia membiarkan pandangannya memburam oleh airmatanya
sendiri. dielusnya perutnya yang sudah membuncit. bayi di dalam rahimnya tampak
tenang, mungkin dia tertidur meringkuk di dalam rahimnya. maria menghela nafas.
sekuat tenaga maria menegarkan dirinya. menahan semua rasa sakitnya.
memang tidak mudah untuknya. hanya kasih Tuhan lah yang membuat dia
tegar. membuat dia bertahan, meski malam ini, dia merasa semuanya hancur..lebih
hancur dari sebelumnya….
maria
terus melangkah meski dinginnya malam menusuk tulang-tulangnya. airmatanya
terus mengalir. “ampuni aku Tuhan…ampuni aku Tuhan….” bisik maria pelan….hanya
itu yang terus diucapkan maria….hatinya terasa begitu sakit, dadanya
sesak….airmatanya tak berhenti mengalir….bahkan semakin deras………..
***
bunyi
klakson panjang kereta api terdengar begitu memekakkan telinga di pagi yang
begitu dingin. sorot lampu dari kereta begitu menyilaukan….maria begitu
terkejut, namun dia tak mampu mengelak lagi, kereta itu begitu cepat melaju,
kaki maria mendadak lemas, lemah dan tak mampu bergerak…..
“mariaaaaaaaaaaaaaaaa………………..”
suara yang begitu dikenalnya. daniel….benarkah itu daniel…apakah itu hanya
imajinasinya???????
sesaat
maria menoleh, terlihat lelaki bertubuh atletis itu berlari sekuat tenaga
mengejar maria, tangannya hendak menyambar maria….hampir….hampir
sampai………..daniel behasil meraih tubuh maria……….
nggguuuuuuuuuuuuuuung………………ttttteeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeettttttttttttttt………………………………..
dan
teriakan membahana di udara………….semua penumpang di dalam kereta itu menjerit………
###
semua
terjadi begitu cepat. meski daniel sempat meraih tubuh maria dan memeluknya,
namun kereta itu lebih cepat, dan menyambar tubuh keduanya….daniel masih tetap
memeluk maria, mereka terpelanting, terhempas keudara, dan terjatuh dengan
lumuran darah disekujur tubuh mereka. maria sempat membuka mata, sesungging
senyum sempat menghiasi bibirnya. daniel meraih tangan maria, diremasnya jemari
maria dengan mesra, sama ketika mereka masih menjadi sepasang kekasih. “maafkan
aku maria” bisik daniel lirih. maria mengedipkan mata, daniel tersenyum lega.
dan keduanya menutup mata untuk selamanya…..
selesai
26 agustus 2011 dan 3 september 2011