Kereta malam membawaku pergi,
suara derak rodanya yang beraturan membawaku pada kenangan yang lalu.
kenangan yang hampir-hampir terlupakan, dan memang telah ku coba untuk dilupakan.
Tapi, tidak dengan malam ini!
di setasiun itu, dua tahun yang lalu, aku dan kamu mencoba untuk membicarakan semua perbedaan yang terlupakan.
berbicara tanpa kata dan suara, mencoba menerjemahkan setiap laku dan tatapan mata, mencoba mencari pembenaran dari cerita ini.
cinta? aku rasa terlalu dalam untuk saat ini ketika kita mengatakannya. dan terlalu dini untuk menyimpulkannya.
Kereta malam terus melaju kencang. desir angin dari jendela yang sedikit terbuka merembes masuk dan membuat poniku berantakan.
masih jelas teringat dalam benakku saat kau sibakkan poniku dengan tanganmu yang basah dan dingin.
jantungku berdegup kencang saat ku lihat matamu menatap ke dalam mataku.
seperti dalam pusaran, aku mendadak pusing seketika dan hampir mual.
ah..kenangan itu...sakit dan begitu menyesakkan dalam hatiku.
rasanya semua memang hampir mati, ketika hari ini aku tak membangunkannya kembali.
bagai potongan-potongan puzzle yang berserakan di lantai, aku memaksa kenangan itu terkumpul lagi
menjadi satu kekuatan baru dan membuatku berkata: impian itu masih menunggu untuk menjadi nyata!
dan kenangan yang menyakitkan itu, membuat aku tersenyum dalam tangisku malam ini,
di kereta malam yang membawaku pergi untuk mewujudkan mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar