seperti halnya kedatanganmu, kepergianmu pun mengejutkanku
###
Ketika aku tau kau ada bersamaku, banyak yang ingin kuucapkan. Tapi sepertinya kaulah yang sudah tahu. Beberapa bulan bersamamu, membuat aku belajar akan makna hidup dan kehidupan. kau mengajariku bagaimana bersujud dan bersimpuh. merasakan betapa tidak ada satu pun nikmat Tuhan yang dapat diingkari, bahkan hal yang menyakitkan sekalipun, dapat membuat kita tersenyum, karena ternyata musibah yang datang pada kita adalah bentuk kecintaan Tuhan pada umatNya.
Perjalananmu, adalah perjalanan yang akan mengingatkan mereka yang lupa. Termasuk aku. Kau datang dengan cara yang tak terduga. Entah bagaimana aku harus mencintaimu. Semuanya begitu sulit ku percaya. kau mengajariku banyak hal. kau membuat aku belajar ulang untuk mengapung bersama hidup, untuk berserah dan menerima apa pun yang telah Tuhan gariskan. Kini dan nanti. Manis, pahit, sakit, senang, kau ajari aku untuk berenang bersama itu semua. Kau datang, dengan segala kegenapanmu. Kau datang, tanpa ku minta. Kau datang, dengan segala pelajaran dan kebijaksanaan.
Saat ini kau tidak lagi bersamaku. Tapi katamu, keterpisahan adalah ilusi. Dunia jasad dan dunia roh, dunia materi dan dunia energi, hanyalah dua sisi dari koin yang sama. Hidup tak pernah berakhir mati. Hidup hanya berganti wujud. Dan sepanjang perjalanan bernama hidup, kau dan aku, kita semua, hanya berjalan menembusi satu tabir itu saja. Membolak-balik koin yang sama. Menyeberangi selapis kulit dan daging sebagaimana yang membatasi kita kini.
Terima kasih untuk perjalanan ini. Untuk proses yang tak selalu mudah tapi selalu indah. beberapa bulan bersamamu, membuat aku mengenal dunia yang berbeda dari sebelumnya.
###
Seperti apapun hidup telah menempa saya dengan berbagai macam takdir menyakitkan, tetap membuat saya hancur hari ini. saya sering sedih karena kehilangan, tapi rasanya baru kali ini saya merasakan kesedihan yang teramat mendalam.
saya hanya berharap, Tuhan memang akan membuktikan janjinya kelak, bahwa hanya orang-orang yang sabar dan tawakal menerima takdir Nya yang akan dia pilih menjadi kekasih sejatinya.
Sebanyak apapun Dia memberikan saya jalan menyakitkan, sebanyak itulah saya akan mehadapinya. Bahagia tidak ada dimana-mana, tapi ada dalam hati kita sendiri.dan kita tidak akan pernah tau seberapa kuatnya kita sebelum kita menghadapinya.
Selamat jalan belahan jiwaku, akan selalu ada doa dan cinta untukmu….
9 September 2011 pukul 12:12WIB
-TrianaNh-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar